temu-warta

Kisah Inspiratif Cahya Danu Rahman: Dari Keluarga Sederhana Jadi Wisudawan Terbaik FEB UGM

Selasa, 6 Mei 2025 | 09:43 WIB
Cahya Danu Rahman, Wisudawan Terbaik FEB UGM (Dok. Humas FEB UGM)

TINEMU.COM - Latar belakang keluarga bukanlah halangan untuk meraih prestasi. Cahya Danu Rahman (33) yang lahir dan besar dari keluarga sederhana dengan ayah lulusan SMA dan ibu lulusan SMP, berhasil membuktikannya.

Pria asal Tangerang ini berhasil menjadi wisudawan terbaik Program Magister Ekonomika Pembangunan (MEP) FEB UGM dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,85 pada Wisuda Pascasarjana Periode III Tahun Akademik 2024/2025.

Cahya merupakan penerima beasiswa pascasarjana Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) 2023. Sebelum melanjutkan studi magister, ia merupakan lulusan Politeknik Statistika (STIS) dan bekerja di Badan Pusat Statistik (BPS) pada tahun 2017-2023.

Baca Juga: Fabio dan Sammy Akhirnya Duet! Kok Bisa?

Pada bulan Agustus 2023, ia memulai perkuliahan di MEP FEB UGM dengan konsentrasi Pembangunan Ekonomi Berkelanjutan. Cahya memilih MEP FEB UGM untuk studi lanjut S2 tak lepas dari relevansi dengan pekerjaannya di BPS.

Di BPS pekerjaan yang dilakoninya erat dengan pengelolaan data terkait pembangunan di Indonesia. Selama berkuliah, Cahya merasa banyak mendapatkan wawasan baru dari para dosen yang tidak hanya mengajar, tetapi juga membuka sudut pandangnya terhadap berbagai fenomena ekonomi dan kesejahteraan di masyarakat.

Sosok dosen pembimbing tesisnya yaitu Dr. Evi Noor Afifah dan Wisnu Setiadi Nugroho, Ph.D., menjadi figur penting yang tidak hanya membimbing secara akademik, tetapi juga membentuk pola pikir, cara pandang, dan kemampuan analisis sosial-ekonominya.

Baca Juga: Michelle Ziudith Pernah Berpikir untuk Mengakhiri Hidup? Kok Bisa?

Tak hanya aktif di kelas, Cahya juga terlibat dalam beberapa riset dan kegiatan organisasi. Bersama dua rekan mahasiswa lainnya, Cahya meraih Juara 1 kompetisi I Get Code 2024 yang digelar Himpunan Mahasiswa Magister Ekonomika Pembangunan (HIMMEP UGM).

Untuk tesisnya, Cahya meneliti dampak kebijakan hilirisasi nikel melalui pembangunan smelter terhadap kesejahteraan rumah tangga di wilayah sekitar.

Ketertarikannya terhadap topik ini muncul dari perhatian terhadap isu hilirisasi yang tengah ramai digaungkan pemerintah, potensi eksternalitas negatif, serta apakah dengan adanya kebijakan tersebut benar-benar dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat, atau justru sebaliknya.

Baca Juga: Ada Diskon dan Kejutan di Konser Dewa 19 Featuring All Stars 2.0!

Berhasil lulus dengan IPK memuaskan, Cahya mengaku bahwa ia sempat merasa kesulitan beradaptasi dengan kebiasaan menjadi mahasiswa setelah cukup lama bekerja. Namun, berkat dukungan keluarga dan teman-teman, ia berhasil melewati masa adaptasi tersebut dengan baik.

Semenjak berkuliah, ia mengandalkan prinsip skala prioritas untuk membagi waktu dengan selalu mengutamakan kuliah sebagai tugas utama, sementara kegiatan lain mengikuti.

Halaman:

Tags

Terkini

Astrid Rilis Album Terbarunya Lewat Jalur Indie

Rabu, 15 April 2026 | 20:44 WIB

Reli IHSG Dinilai Rentan dan Bersifat Sementara

Senin, 13 April 2026 | 10:43 WIB