TINEMU.COM - Di usia 47 tahun, Sylvia Grace Yuvenna membuktikan bahwa sukses berkarir bukan alasan untuk berhenti menimba ilmu. ia berhasil meraih gelar Magister Manajemen di FEB UGM dengan IPK 3.97 dalam waktu 2,5 tahun dan dinobatkan sebagai wisudawan terbaik ke-2 Prodi MM FEB UGM.
Ibu dari dua anak yang juga bekerja sebagai eksekutif di Pertamina ini merupakan satu dari ribuan wisudawan program pascasarjana lainnya yang diwisuda di Grha Sabha Pramana (GSP) pada Rabu, 23 Januari 2025.
Gelar Master ini bukan yang pertama baginya. Sebelumnya, Sylvia telah menyelesaikan jenjang Magister di Prodi Technical Informatics, TU Delft, Belanda, pada tahun 2002. Setelah lulus dari TU Delft, ia bekerja di PT Pertamina (Persero) dengan karir awal di bidang penjualan dan pemasaran.
Baca Juga: Rimawan Pradiptya, Ekonom yang Aktif Suarakan Anti Korupsi
Pada 2020, ia menjabat sebagai Executive General Manager Jawa Bagian Tengah. Pada 2021, setelah adanya restrukturisasi, ia ditempatkan di PT Pertamina Patra Niaga, dan kini menjabat sebagai Vice President Digital & Customer Solution.
Karir Mapan Saja Tidak Cukup
Meskipun memiliki karir yang cemerlang, dengan posisinya sebagai Senior Leader, Sylvia merasa perlu memperdalam perspektif strategis baru dalam mengelola perusahaan, memberikan arahan, serta memimpin dan membina tim.
Meskipun memiliki banyak pengalaman dari pekerjaan dan pelatihan, Sylvia lebih tertarik untuk mengeksplor hal tersebut di dunia akademik. Selain itu, ia juga ingin menambah jaringan serta bertukar pikiran dengan mahasiswa lainnya.
Baca Juga: Menyambut Valentine, Reza Arfandy Rilis Single Debut 'Perfect'
Hal inilah yang mendorongnya untuk melanjutkan studi di Magister Manajemen FEB UGM Kampus Jakarta dengan konsentrasi Manajemen Strategik pada tahun 2022.
Menyeimbangkan Karir, Keluarga, dan Kuliah
Selain sukses dalam karier, Sylvia juga seorang istri dan ibu dari dua anak. Hal ini membuat pengaturan waktu antara kehidupan pribadi, pekerjaan, dan kuliah sebagai tantangan tersendiri untuknya.
Namun, Sylvia menjelaskan bahwa perkuliahanya yang tak langsung intens di awal sangat membantunya beradaptasi dengan kesibukan baru. Selain itu, tim kerjanya yang solid dan saling membantu dalam pekerjaan juga turut mengurangi bebannya.
Baca Juga: Cerita, Pram dan Tagore
Artikel Terkait
Cerita Anawinta Choirunnisa Kuliah S1-S2 Fast Track di FEB UGM
Terapkan Kurikulum Berbasis 3C, Prodi Manajemen FEB UGM Jadi Incaran Calon Mahasiswa
Sempat Tunda Kuliah, Ilham Budi Kurniawan Jadi Lulusan S2 Terbaik MM FEB UGM
Mengenal Farmila Sari, Wisudawan Terbaik MEP FEB UGM
14 Mahasiswa FEB UGM Ikuti Program NUS Startup Ecosystem Program 2025