Setelah lulus dari Program Magister Manajemen FEB UGM, Sylvia mengaku ia merasa lebih siap menghadapi tantangan di perusahaan dan membimbing calon pemimpin masa depan. Ia juga ingin fokus pada pendidikan anak-anaknya agar mereka bisa berkontribusi bagi bangsa.
Baca Juga: Humaniora Digital, Langkah Modernisasi Manuskrip Naskah Kuno ke Seni Pertunjukan
Terakhir, ia berpesan untuk teman-teman lain yang ingin kembali berkuliah agar dapat menemukan tujuan atau alasan terlebih dahulu. Apakah itu untuk kebutuhan karir, pengembangan diri, masa depan, maupun hal lainnya.
Baginya, pembelajaran merupakan proses sepanjang masa. Belajar tak hanya melalui lembaga pendidikan formal, tetapi juga dari pengalaman kerja ataupun pelatihan mandiri.
“Yang terpenting adalah apa yang ingin dicapai dari proses belajar tersebut, apa hasilnya, dan bagaimana kita akan memanfaatkannya, tak hanya untuk diri sendiri, tetapi juga untuk masyarakat,” tuturnya.
Baca Juga: Kumpul ASIK Blackmores: Awal yang Baik untuk Buah Hati
“Proses belajar ini hanyalah pintu, hanyalah awalan, untuk melengkapi dan meningkatkan kapabilitas kita, dalam memberikan sumbangsih yang lebih besar lagi,” pesan Sylvia.***
Artikel Terkait
Cerita Anawinta Choirunnisa Kuliah S1-S2 Fast Track di FEB UGM
Terapkan Kurikulum Berbasis 3C, Prodi Manajemen FEB UGM Jadi Incaran Calon Mahasiswa
Sempat Tunda Kuliah, Ilham Budi Kurniawan Jadi Lulusan S2 Terbaik MM FEB UGM
Mengenal Farmila Sari, Wisudawan Terbaik MEP FEB UGM
14 Mahasiswa FEB UGM Ikuti Program NUS Startup Ecosystem Program 2025