TINEMU.COM - Kepala Instalasi Gizi Rumah Sakit Akademik (RSA) Universitas Gadjah Mada (UGM) Yusmiyati, S.Gz, RD menuturkan ada dua hal yang perlu diperhatikan terkait makanan, yakni keamanan dan nilai gizinya. Makanan yang kita konsumsi sejatinya untuk membuat kita lebih sehat dan bukan sebaliknya mendatangkan penyakit.
“Yang utama di dalam kita mengonsumsi makanan yang perlu dilihat adalah bagaimana kita menjamin makanan-makan yang kita konsumsi (keamanan dan nilai gizinya). Agar jaminan makanan itu bisa membuat tubuh kita lebih sehat, jadi tidak berpotensi terkait berbagai masalah kesehatan,” kata Yusmiyati talkshow tentang ‘Cara Pengolahan Makanan yang Baik Tingkat Rumah Tangga’.
Talkshow tersebut digelar dalam rangka Hari Gizi Nasional yang diperingati setiap tanggal 25 Januari. “Mudah-mudahan dengan hari gizi nasional yang ke 62 ini, kita bersama-sama untuk kembali ke pola hidup yang sehat, agar kita sehat, kuat, dan bisa memberikan kontribusi positif bagi Indonesia,” tuturnya dikutip Tinemu.com dari website ugm.ac.id.
Baca Juga: UGM Berduka, Pencipta Gamelan Elektronik Prof. Adhi Susanto Berpulang
Penjaminan terhadap makanan tersebut dimulai dari tahap pemilihan bahan makanan sampai pada pengolahannya. Dalam memilih bahan makanan, kita perlu memperhatikan bahwa bahan makanan yang kita beli tersebut dalam keadaaan baik.
Terkait ikan misalnya, beli dan pilihlah ikan yang segar. Tanda-tanda ikan masih segar antara lain, insang ikan masih bewarna merah atau belum kecoklatan. Kedua, mata ikan masih cembung dan belum cekung. Jika sudah cekung maka sudah tidak bagus.
Terkait daging pada umumnya, periksalah warna, kekenyalan daging, dan baunya. Pilihlah daging yang masih bewarna merah segar, tekstur yang kenyal, dan berbau segar.
Baca Juga: Menag Yaqut: Rayakan Imlek tapi Jangan Lupa Prokes!
“Kemudian, hati-hati ketika membeli daging dalam bentuk giling. Pertama lihatlah warnanya dulu, jika warnanya sudah agak mendekati biru atau hijau (gelap), itu bisa menjadi pertanda bahwa daging giling tersebut diambil dari sumber daging yang tidak baik,” tambahnya.
Terkait tepung, pilihlah tepung yang tidak bernoda dan berjamur. Perhatikan dimana tepung tersebut di display dalam toko: jangan pilih tepung yang diletakkan di tempat lembab, atau pilihlah tepung yang ditelakkan diatas rak.
Saat membeli makanan kaleng, Yusmiyati menegaskan untuk membeli makanan kaleng yang belum penyok. Sebab, jika makanan kaleng tersebut sudah penyok, maka akan ada kemungkinan terjadinya kebocoran tempat masuknya bakteri.
Baca Juga: Keren! 343 Peneliti UGM Masuk Daftar Ilmuwan Teratas Dunia 2022
Untuk keseluruhannya, agar aman, maka pilihlah bahan makanan yang sudah melalui sertifikasi yang jelas. Periksa label bahan makanan apakah sudah melewati badan pemeriksa atau belum.
Menghangatkan Makanan
Artikel Terkait
NATURE, Jejaring Lembaga Akademik untuk Tuntaskan Persoalan Gizi di Indonesia
Ini Cara Diet Aman dan Sehat Menurut Ahli Gizi UGM
Keren! 343 Peneliti UGM Masuk Daftar Ilmuwan Teratas Dunia 2022
UGM Berduka, Pencipta Gamelan Elektronik Prof. Adhi Susanto Berpulang