Keren! Mahasiswa UI Ciptakan Transaura, Alat Penerjemah Bahasa Isyarat

photo author
Setiyo Bardono, Tinemu
- Senin, 7 Februari 2022 | 11:19 WIB
Ilustrasi penggunaan prototipe Transaura, alat penerjemah bahasa isyarat karya mahasiswa UI. (ui.ac.id)
Ilustrasi penggunaan prototipe Transaura, alat penerjemah bahasa isyarat karya mahasiswa UI. (ui.ac.id)

TINEMU.COM - Mahasiswa Universitas Indonesia (UI) menciptakan alat penerjemah bahasa isyaratTransaura” dengan menggunakan teknologi TensorFlow dan Raspberry Pi. Pengembangan Transaura didasari minimnya aksesibilitas penerjemahan bahasa isyarat bagi masyarakat umum.

Tim Transaura terdiri dari Daffa Fairuzaufa Athallah Raharjo (Fakultas Teknik UI, 2020), Aine Shahnaz Tjandraatmadja (Fakultas Ilmu Keperawatan UI, 2020), dan Almaz Scarletta Tjakrashafanti (Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya UI, 2018).

Mereka menaruh minat yang besar terhadap bahasa isyarat karena menyadari minimnya aksesibilitas penerjemahan bahasa isyarat bagi masyarakat umum.

Baca Juga: Kembali Gebrak Eropa Voice of Baceprot Siap Beraksi dengan The Killers dan Twenty One Pilots

“Hal ini menimbulkan isu sosial terhadap penyandang disabilitas, seperti kesenjangan pendidikan, ketidaksetaraan kesempatan kerja, dan inklusi partisipasi sosial. Teknologi Transaura sendiri dibuat dengan menggunakan TensorFlow untuk machine learning dan Raspberry Pi untuk object detection,” kata Dodi Sudiana, pakar Image Processing.

Tim Transaura di bawah bimbingan Dodi Sudiana, dosen Departemen Teknik Elektro, Fakultas Teknik UI (FTUI), berhasil meraih juara ketiga tingkat nasional pada kompetisi hibah untuk penelitian nasional, Tanoto Student Research Awards 2021, di bidang appropriate technology.

Tim tersebut melakukan penelitian dan menjalani seleksi bertahap mulai dari tingkat universitas sampai tingkat nasional pada Juni 2021 – Januari 2022. Dalam kompetisi tersebut, Tim Transaura bersaing dengan 24 tim lain.

Baca Juga: Rudal Merapi, Roket Perontok Pesawat Tempur Buatan Anak Bangsa

Daffa, pencetus ide Transaura mengungkapkan bahwa penyandang tuna rungu yang lulus dari Sekolah Luar Biasa (SLB) banyak yang mengalami kesulitan dalam proses pencarian kerja maupun kesulitan dalam mengakses berbagai sarana publik.

“Tujuan kami mengembangkan Transaura adalah untuk memudahkan teman tuna rungu untuk dapat berkomunikasi dua arah. Desain Transaura berbentuk portable box yang dapat ditaruh di mana-mana. Alat ini memiliki dua sisi, sisi pertama untuk teman tuna rungu dan sisi lainnya untuk teman dengar,” kata Daffa dikutip Tinemu.com dari website ui.ac.id.

Terkait komponen Transaura, Almaz menjelaskan bahwa dua layar yang terdapat di depan dan belakang memungkinkan dilakukannya komunikasi dua arah. Layar pertama akan menjadi tempat penerjemah bahasa isyarat menggunakan object detection dengan bantuan TensorFlow.

Baca Juga: Kisah Monyet dan Satu Stoples Buah Ceri

“Layar kedua akan mengeluarkan teks yang terletak pada sisi belakang alat tersebut. Komponen utama yang menjadi otak dari Transaura adalah microprocessor Raspberry Pi,” ujar Almaz.

TensorFlow adalah library open source untuk komputasi numerik dan machine learning skala besar.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Setiyo Bardono

Sumber: ui.ac.id

Tags

Rekomendasi

Terkini

Astrid Rilis Album Terbarunya Lewat Jalur Indie

Rabu, 15 April 2026 | 20:44 WIB

Reli IHSG Dinilai Rentan dan Bersifat Sementara

Senin, 13 April 2026 | 10:43 WIB
X