TINEMU.COM - Sebanyak 389 dari 11. 267 jemaah haji Indonesia kloter pertama embarkasi Jakarta diberangkatkan dari asrama haji pondok gede, sabtu dini hari, 4 Juni 2022. Keberangkatan kloter pertama ini menandai dimulainya Masa Operasional Haji Indonesia 1443 H/2022 M.
Kepala Pusat Kesehatan Haji, dr. Budi Sylvana mengatakan bahwa dalam Masa Operasional Haji Indonesia tahun ini, Kementerian Kesehatan akan membagikan sebanyak 3.000 wrist band khusus kepada jemaah haji dengan risiko tinggi (risti).
Untuk keberangkatan kloter pertama embarkasi jakarta, wrist band diberikan kepada 12 calon jemaah risti.
Baca Juga: Memburu Ombak Rahasia di Pantai Grajagan
“Dari 100.051 calon haji, 3000 jemaah yang risti-nya berat yang akan dipasangkan wrist band. Di kloter sekarang ada 12 orang yang dipasangkan wrist band” jelas dr. Budi
Wrist band berbentuk seperti smart watch, dipakai di pergelangan tangan dan terhubung dengan aplikasi TeleJemaah pada ponsel pintar milik jemaah haji. Pada wrist band terdapat data kondisi kesehatan jemaah haji yang didapat melalui infra merah.
Data itu kemudian terhubung ke TeleJemaah dan Tele Petugas secara otomatis. Pemantauan terhadap indikator kesehatan tersebut menjadi parameter dalam pemeriksaan kesehatan secara rutin.
Baca Juga: Menag Lepas Kloter Pertama Jemaah Haji Indonesia
“Jadi kalau vital sign naik, misalnya saturasi oksigen turun, akan ada komunikasi dengan petugas yang terdekat langsung respon” ucap dr Budi.
Calon jemaah haji Indonesia dilepas secara resmi oleh Dirjen Penyelenggara Haji dan Umrah (PHU) Hilman Latief. Ia meminta jemaah haji Indonesia untuk tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan selama proses keberangkatan menuju tanah suci.
“Bapak dan Ibu jaga disiplin protokol kesehatan serta mematuhi peraturan di Arab Saudi. Ingat slogan kita mabrur, sehat, barokah,” pesannya.***
Artikel Terkait
Arab Saudi Musim Panas, Menag Ingatkan Jemaah Haji Indonesia untuk Jaga Kesehatan
Antisipasi Heat Stroke Saat Ibadah Haji, Kenali Tanda-Tandanya
Cegah Heat Stroke pada Musim Haji: Jangan Tunggu Haus!
Aplikasi TeleJemaah, Permudah Pantau Kesehatan Jemaah Haji Indonesia Risiko Tinggi
Menag Lepas Kloter Pertama Jemaah Haji Indonesia