TINEMU.COM - Penerapan Standar Nasional Indonesia (SNI) pada sektor pertanian merupakan langkah strategis dalam menghadapi ancaman krisis pangan. Karena itu, Badan Standardisasi Nasional (BSN) terus mendorong pemangku kepentingan menerapkan SNI.
PT Pupuk Sriwidjaja Palembang (Pusri) salah satu produsen pupuk di Indonesia yang berkomitmen tinggi dalam penerapan SNI.
Sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang produksi utamanya pupuk, Pusri mengaku siap membantu pemerintah dalam mewujudkan kemandirian dan ketahanan pangan serta menghadapi ancaman krisis pangan dunia.
Baca Juga: Industri Pariwisata Gembira, Tiket Pesawat Bakal Turun 15 Persen
Industri pupuk yang merupakan sektor hulu dari terbentuknya proses pertanian dan ketersediaan pangan nasional ini, tentu memegang peran strategis terhadap keberhasilan hasil pertanian.
Direktur Utama PT Pusri, Tri Wahyudi Saleh meyakini, Pusri, sebagai aset kebanggaan Sumatera Selatan, menjadi bagian yang dibutuhkan dalam ketahanan pangan nasional, sehingga akan terus berproduksi dan berkomitmen untuk mempertahankan produktivitas hasil pertanian nasional.
Saat ini, Pusri ditugaskan pemerintah untuk menyalurkan sekitar 1,9 juta ton pupuk bersubsidi ke wilayah kerja yang terdiri dari provinsi Sumatera Selatan, Bangka Belitung, Jambi, Bengkulu, Lampung, Jawa Tengah, D.I Yogyakarta, Jawa Timur, dan Bali.
Baca Juga: Usai Ketemu Ganjar Pranowo, Farel Prayoga Rilis Lagu Baru Tugiman
“Sampai dengan semester 1 tahun 2022, kami telah menyalurkan Public Service Obligation (PSO) untuk pupuk bersubsidi sebanyak 1.020.154 ton yang sudah ber-Standar Nasional Indonesia (SNI) kepada petani pangan,” ujar Tri saat ditemui di Palembang, Sumatera Selatan pada Senin, 29 Agustus 2022.
Menurut Tri, Pusri harus tetap sustain dan continue untuk mempertahankan stabilitas dan ketahanan pabrik sehingga tetap dapat memproduksi sekitar 2,6 juta ton pupuk urea dan 300 ribu ton pupuk NPK yang sesuai dengan SNI.
Karena itu, Pusri akan melakukan revitalisasi pabrik yang sudah lama dengan pabrik pupuk baru yang lebih efisien, hemat energi, dan ramah lingkungan.
Baca Juga: Terbit 1966
“Proyek Revitalisasi Pabrik Pusri-IIIB sedang kami kerjakan tahun ini dan diharapkan dua tahun mendatang Pusri akan memiliki pabrik yang lebih efisien sehingga meningkatkan produktivitas dan saya saing perusahaan," ungkap Tri.
"Pabrik Pusri-IIIB memiliki kapasitas produksi sebesar 1.350 ton amoniak per hari atau 445.500 ton per tahun, dan 2.750 ton pupuk urea per hari atau 907.500 ton per tahun,” imbuhnya.
Artikel Terkait
Jokowi : Para Petani Jeruk di Karo Perlu Pendampingan dan Pupuk
Pupuk Indonesia Imbau Petani Waspadai Pupuk Palsu, Kenali Ciri Pupuk Asli
Kepala BSN: Peran Standardisasi Sangat Relevan Dalam Isu Presidensi G20
BSN Gelar Lomba Penulisan dan Foto Jurnalistik 2022. Total Hadiah Rp 30 Juta
Pupuk Palsu Rugikan Petani, Ini Cara Membedakannya dengan Pupuk Asli