TINEMU.COM - Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) memberikan apresiasi kepada para tokoh dan tenaga pemugar Candi Borobudur atas sumbangsihnya dengan wujud prasasti.
Terdapat 698 nama tokoh dan tenaga pemugar Candi Borobudur pada tahun 1973-1983 terukir pada prasasti yang terbuat dari bahan batu andesit kombinasi marmer ini.
Prasasti yang memuat nama tokoh dan tenaga pemugar Candi Borobudur ini ditandatangani langsung oleh Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek), Nadiem Anwar Makarim pada Selasa, 13 September 2022.
Baca Juga: Alam dan Budayanya Mempesona, Desa Wisata Tebat Lereh di Sumsel Masuk 50 Besar ADWI 2022
“Beberapa hari ini saya mendengar banyak pujian dari delegasi negara-negara G20 dengan pengalaman mereka di Borobudur,” ungkap Nadiem saat penandatangan prasasti.
“Dan semua itu adalah kerja keras Bapak dan Ibu dalam memugar Candi Borobudur pada tahun 1973-1983, sehingga kita dapat menyaksikan kemegahannya seperti sekarang,” imbuhnya.
Menurutnya, prasasti ini sebagai catatan sejarah, agar dapat diingat serta menjadi penyemangat bagi generasi penerus untuk terus melestarikan warisan budaya leluhur kita.
Baca Juga: Gudeg Legendaris Yu Djum Jogja, Dijajakan Sejak 1950
Pemugaran Candi Borobudur pertama kali dilakukan pada 1965 dan sempat terhenti. Kemudian pada 1973 menjadi titik terang bagi kelanjutan pemugaran Candi Borobudur.
Dengan dukungan penggalangan dana oleh UNESCO dan negara-negara sahabat, pada 10 Agustus 1973 pemugaran ke II Candi Borobudur secara resmi dimulai, hingga akhirnya dinyatakan selesai pada 23 Februari 1983.
Semangat gotong royong global untuk pemulihan sektor kebudayaan ini jugalah yang didorong oleh Kemendikbudristek dalam Pertemuan Tingkat Menteri bidang Kebudayaan (Culture Ministers’ Meeting/CMM).
Baca Juga: Taman Pertiwi dan Nuansa Alam Kerinci, Jadi Unggulan Desa Wisata Pentagen Jambi
Perwakilan pemugar Candi Borobudur Dr. I Gusti Ngurah Anom mengungkapkan terima kasih atas perhatian pemerintah.
“Tapi harus diingat bukan kami yang berjasa, kami hanya bertugas melakukan kewajiban sebagai anak bangsa, sehingga hasilnya dapat dilihat dunia,” tuturnya.
Artikel Terkait
Mataram, Negeri Pembangun Candi : Borobudur Konon Dibangun Selama 50 Tahun (2)
Menata Candi Borobudur Menjadi Kawasan Green Tourism
E-Inobus, Bus Listrik Produksi INKA Unjuk Gigi di Borobudur
Benarkah Borobudur Dulu Dibangun di atas Danau Purba?
Dirut TWC: Pengembangan Borobudur jadi Penggerak Wilayah Joglosemar