Kemendikbudristek Beri Penghargaan Kepada Tokoh dan Tenaga Pemugar Candi Borobudur

photo author
Setiyo Bardono, Tinemu
- Rabu, 14 September 2022 | 17:36 WIB
Mendikbudristek Nadiem Makarim menandatangani prasasti yang memuat 698 nama tokoh dan tenaga pemugar Candi Borobudur  (kemdikbud.go.id)
Mendikbudristek Nadiem Makarim menandatangani prasasti yang memuat 698 nama tokoh dan tenaga pemugar Candi Borobudur (kemdikbud.go.id)

TINEMU.COM - Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) memberikan apresiasi kepada para tokoh dan tenaga pemugar Candi Borobudur atas sumbangsihnya dengan wujud prasasti

Terdapat 698 nama tokoh dan tenaga pemugar Candi Borobudur pada tahun 1973-1983 terukir pada prasasti yang terbuat dari bahan batu andesit kombinasi marmer ini.

Prasasti yang memuat nama tokoh dan tenaga pemugar Candi Borobudur ini ditandatangani langsung oleh Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek), Nadiem Anwar Makarim pada Selasa, 13 September 2022.

Baca Juga: Alam dan Budayanya Mempesona, Desa Wisata Tebat Lereh di Sumsel Masuk 50 Besar ADWI 2022

“Beberapa hari ini saya mendengar banyak pujian dari delegasi negara-negara G20 dengan pengalaman mereka di Borobudur,” ungkap Nadiem saat penandatangan prasasti.

“Dan semua itu adalah kerja keras Bapak dan Ibu dalam memugar Candi Borobudur pada tahun 1973-1983, sehingga kita dapat menyaksikan kemegahannya seperti sekarang,” imbuhnya.

Menurutnya, prasasti ini sebagai catatan sejarah, agar dapat diingat serta menjadi penyemangat bagi generasi penerus untuk terus melestarikan warisan budaya leluhur kita.

Baca Juga: Gudeg Legendaris Yu Djum Jogja, Dijajakan Sejak 1950

Pemugaran Candi Borobudur pertama kali dilakukan pada 1965 dan sempat terhenti. Kemudian pada 1973 menjadi titik terang bagi kelanjutan pemugaran Candi Borobudur.

Dengan dukungan penggalangan dana oleh UNESCO dan negara-negara sahabat, pada 10 Agustus 1973 pemugaran ke II Candi Borobudur secara resmi dimulai, hingga akhirnya dinyatakan selesai pada 23 Februari 1983.

Semangat gotong royong global untuk pemulihan sektor kebudayaan ini jugalah yang didorong oleh Kemendikbudristek dalam Pertemuan Tingkat Menteri bidang Kebudayaan (Culture Ministers’ Meeting/CMM).

Baca Juga: Taman Pertiwi dan Nuansa Alam Kerinci, Jadi Unggulan Desa Wisata Pentagen Jambi

Perwakilan pemugar Candi Borobudur Dr. I Gusti Ngurah Anom mengungkapkan terima kasih atas perhatian pemerintah.

“Tapi harus diingat bukan kami yang berjasa, kami hanya bertugas melakukan kewajiban sebagai anak bangsa, sehingga hasilnya dapat dilihat dunia,” tuturnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Setiyo Bardono

Sumber: kemdikbud.go.id

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Astrid Rilis Album Terbarunya Lewat Jalur Indie

Rabu, 15 April 2026 | 20:44 WIB

Reli IHSG Dinilai Rentan dan Bersifat Sementara

Senin, 13 April 2026 | 10:43 WIB
X