Ternyata KDRT Bukan Sekadar Masalah Pribadi atau Keluarga

photo author
Dedy Tri Riyadi, Tinemu
- Sabtu, 9 Desember 2023 | 07:22 WIB
Ilustrasi pertengkaran dalam rumah tangga (Playground AI)
Ilustrasi pertengkaran dalam rumah tangga (Playground AI)

TINEMU.COM - Sudah banyak negara sangat menyadari bahwa Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) adalah persoalan yang serius.

Karena itu, dalam beberapa dekade terakhir, upaya global untuk mengatasi kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) telah mengalami perkembangan yang signifikan.

Masalah ini, yang pada awalnya sering kali diabaikan atau dianggap sebagai masalah pribadi, sekarang mendapat sorotan yang lebih besar, dan masyarakat dunia semakin menyadari dampak seriusnya terhadap individu, keluarga, dan masyarakat secara keseluruhan.

Peningkatan kesadaran dan perubahan dalam hukum serta dukungan bagi korban KDRT menjadi landasan utama dari upaya-upaya global untuk mengatasi masalah ini.

Baca Juga: Banyak Hikmah Jadi Pendengar. Tapi Orang Lebih Suka Bicara!

Pentingnya meningkatkan kesadaran terkait KDRT terletak pada pengenalan bahwa ini bukanlah masalah yang terisolasi atau langka, melainkan fenomena yang meresap di berbagai lapisan masyarakat di seluruh dunia.

Kesadaran ini memberikan dasar untuk menciptakan dialog terbuka dan mendalam tentang masalah KDRT, membongkar stigma yang mungkin terkait dengan korban, dan mendorong tindakan konkret dari pemerintah, lembaga-lembaga non-pemerintah, dan masyarakat umum.

Perubahan dalam hukum menjadi kunci untuk membawa tanggung jawab dan keadilan bagi para pelaku KDRT.

Baca Juga: Rara Oyi, Perempuan yang Harus Mati Karena Kecantikannya

Banyak negara di seluruh dunia telah merevisi undang-undang mereka untuk memperkuat perlindungan bagi korban KDRT dan memberlakukan sanksi yang lebih tegas terhadap pelaku kekerasan.

Perubahan ini mencakup pengenalan undang-undang khusus yang mengenai KDRT, peningkatan hukuman untuk pelaku, dan peningkatan upaya penegakan hukum.

Selain itu, peningkatan dukungan bagi korban KDRT menjadi pusat perhatian dalam melawan masalah ini.

Baca Juga: “Kecerdasan Artifisial” Jadi Kata Tahun Ini Versi Badan Bahasa

Dukungan ini mencakup fasilitas perlindungan, layanan konseling, dan jaringan dukungan komunitas.

Program-program ini dirancang untuk memberdayakan korban, membantu mereka melewati trauma, dan memberikan akses ke sumber daya yang diperlukan untuk membangun kembali hidup mereka.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Dedy Tri Riyadi

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Aldi Taher dan Konser Dadakan Kembang Tahu

Selasa, 7 April 2026 | 00:02 WIB

Air Keras atau Asam Sulfat

Kamis, 19 Maret 2026 | 18:30 WIB

Berpuasa Ramadan Tanpa Buka Puasa Bersama

Selasa, 17 Maret 2026 | 12:00 WIB

Tanda Bahaya Itu Sudah Sejak Lama Berdentang...

Senin, 9 Februari 2026 | 05:45 WIB

Mengapa Kita Tidak Pernah Berinvestasi di Bidang Seni?

Selasa, 27 Januari 2026 | 06:40 WIB

Kisah Pramugari Gadungan

Minggu, 11 Januari 2026 | 20:43 WIB
X