TINEMU.COM - Pemerintah mengakibatkan April mengesankan bulan perempuan. Tokoh terpenting itu selalu dikenang dengan surat. Pada masa berbeda, ia terbaca melalui penerbitan buku resep-resep masakan selera keluarga besar Kartini.
Dulu, Kartini memilih menulis surat-surat ketimbang artikel di surat kabar. Masa lalu masih memberi “peremehan” bagi perempuan tampil bersuara di depan sidang pembaca. Pada masa berbeda, ada wanita rajin menulis buku, setelah menunaikan pembuatan album catatan selama Kongres Perempuan I (1928).
Penulis buku itu bernama Ch Sj Dt Toemenggoeng. Nama wajib tercatat bagi orang-orang tekun membuat riset kepustakaan wanita. Pada 1944, terbit buku berjudul Berbagai-Bagai Keperloean Kaoem Isteri.
Buku terbitan Balai Pustaka saat keluarga-keluarga Indonesia biasa diceritakan menderita akibat pendudukan balatentara Jepang. Indonesia dalam masa merana. Buku cetakan ketiga. Kita menduga buku mula-mula terbit pada masa kolonial Belanda, 1930-an.
Baca Juga: Nyaman Kerja Jarak Jauh dengan Jabra PanaCast 20
Kesengajaan dalam mengadakan buku sebagai perhatian penerbit. Kita cermati penjelasan Balai Poestaka: “Sedjak lama terbiat oleh Balai Poestaka akan mengeloearkan satoe seri boekoe jang berkenaan dengan oeroesan roemah tangga belaka, jang boleh didjadikan pedoman atau kawan oleh kaoem isteri dalam hal mengoeroes roemah tangganja.” Pada masa lalu, tema itu penting. Tema pernah terpikirkan pula oleh Kartini, sebelum abad XX.
“Moedah-moedahan bergoenalah boekoe ini bagi pengoeroes roemah tangga,” keinginan Ch Sj Dt Toemoenggoeng. Ia bermaksud mengajukan pedoman bagi “kaoem isteri” mengurusi kamar tamu, dapur, kebun, kandang, dan lain-lain. Pedoman untuk edisi rumahan, belum mengajak perempuan di ruang berbeda mengambil peran berbeda dari “pengoeroes” setiap hari di rumah.
Petunjuk selama membersihkan dan merapikan ruang tamu. Ia beranggapan para suami suka merokok selama di rumah. Para tamu biasa datang mungkin juga merokok. Di atas meja, ada asbak. Petunjuk: “Simpanlah poentoeng rokok. Toemboek sampai haloes dan boeboeknja ialah pematikan koetoe tanaman.”
Baca Juga: Kentang Bio Granola Tahan Penyakit Busuk Daun
Dulu, istri membolehkan suami merokok. Seruan-seruan gawat abad XXI belum berlaku. Di rumah, suami merokok itu kewibawaan dan kesenangan. Istri mengerti dan mendapat “manfaat” dari kebiasaan suami merokok. Istri mengurusi puntung rokok. Kita sedikit bingung dan geleng-geleng kepala.
Para pembaca “diserbu” petunjuk Ch Sj Dt Toemenggoeng. Di halaman 33, petunjuk di dapur. Perhatikan: “Pantji-pantji lebih baik disimpan diatas rak-rak dari pada didalam lemari, soepaja hawanja bisa keloear. Dapoer itu diberi berdjendela kawat jang lebar dan besar, dan pada malam hari diterangi kawat jang lebar.” Dapur, tempat perempuan berkuasa. Ia mencipta kenikmatan tapi lumrah dilanda lelah selama berada di dapur.
Puluhan tahun dari buku melulu petunjuk, Ibu Negara berlakon Orde Baru atau Ibu Tien tetap mencontohkan diri sebagai sosok suka berada di dapur. Publik terlarang menetapkan Ibu Tien Soeharto selalu berada di tempat-tempat indah dalam acara-acara resmi kenegaraan dengan tampilan anggun.
Abdul Gafur dalam buku berjudul Siti Hartinah Soeharto (1992) memuat pengisahan: “Orang jangan mengira mentang-mentang Ibu Tien Soeharto adalah istri presiden sehingga urusan dapur menjadi asing baginya. ‘Saya masih turun di dapur,’ tegas Ibu Tien Soeharto. ‘Kadang-kadang anak-anak minta saya masak. Sering Pak Harto minta dibuatkan makanan kesenangannya yaitu sayur tempe’.”
Baca Juga: ImersifA, Ruang Interaksi Baru di Museum Nasional
Ibu Tien Soeharto mungkin tak pernah membaca buku berjudul Berbagai-Bagai Keperloean Kaoem Istri. Beliau sudah paham dapur tanpa repot membuka halaman-halaman buku. Selama puluhan tahun, Ibu Tien Soeharto adalah pemberi petunjuk untuk jutaan orang Indonesia. Dapur termasuk bab tak mungkin terlupakan.
Artikel Terkait
Ngabuburead, Menunggu Berbuka Puasa dengan Membaca Buku
Meneladani Sifat-Sifat Asmaul Husna: Tiga Hari Ali dan Fatimah Berbuka Puasa Hanya Dengan Air Putih
Dilarang Baper! Begini Kira-Kira Makna Lagu Remedi Milik Tulus
7 Menu Berbuka Ini Tak Hanya Nikmat, Tapi Juga Sehat! Apa Saja?