TINEMU.COM - Meskipun bukan merupakan makanan pokok, konsumsi kentang oleh masyarakat Indonesia cenderung terus meningkat terutama dalam bentuk kentang olahan seperti kentang goreng (french fries) dan keripik (chip).
Namun pemanfaatan kentang yang cocok digunakan sebagai makanan olahan seperti varietas Atlantic, masih bergantung pada impor.
Produksi kentang di Indonesia masih didominasi oleh kentang varietas Granola yang mencapai areal tanam lebih dari 80% dan tersebar di daerah pertanaman kentang di dataran tinggi.
Baca Juga: ImersifA, Ruang Interaksi Baru di Museum Nasional
Selain varietas Granola, kentang varietas Atlantic juga banyak diminati karena mutu olahannya yang sangat baik. Namun kedua varietas tersebut, Granola dan Atlantic, mempunyai sifat rentan terhadap penyakit busuk daun P. infestans.
Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) melalui Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Bioteknologi dan Sumber Daya Genetik Pertanian (BB Biogen) berhasil melakukan pemuliaan yang menghasilkan kentang produk rekayasa genetik (PRG) Bio Granola.
“Bio Granola ini dirakit sebagai satu solusi untuk menghasilkan kentang yang tahan penyakit busuk daun atau hawar daun,” ungkap Dr Edy Listanto, tim peneliti kentang Bio Granola dari BB Biogen.
Baca Juga: Awasi Produksi dan Distribusi Minyak Goreng Curah, Kemenperin-Polri Bentuk Satgas Gabungan
Mengutip laman litbang.pertanian.go.id, Edy menjelaskan, salah satu penyakit utama yang menyebabkan kerusakan pada tanaman kentang adalah penyakit busuk daun atau biasa disebut hawar daun (late blight).
Para petani kentang sering mengalami kerugian besar hingga gagal panen akibat penyakit yang disebabkan oleh Phytophthora infestans ini khususnya saat curah hujan tinggi.
“Dengan menanam kentang Bio Granola, para petani tak perlu mengeluarkan biaya tambahan untuk membeli pestisida dan melakukan penyemprotan lagi. Bahkan petani bisa memperoleh hasil panen hingga 25-30 Ton per hektare dibandingkan kentang varietas lainnya yang hanya 15 Ton per hektare,” imbuhnya.
Baca Juga: Tolak Usulan Bahasa Melayu Jadi Bahasa Resmi ASEAN. Mendikbudristek: Bela Bahasa Indonesia!
Kentang Bio Granola merupakan hasil silangan dari kentang varietas Granola dengan kentang produk rekayasa genetik (PRG) event Katahdin SP951.
Ciri utama kentang ini umbinya berbentuk oval, daging umbi berwarna putih dan memiliki ukuran panjang 12,5 - 13,4 cm dan diameter 7,36 - 7,65 cm serta berat per umbinya 95 - 140 g.
Artikel Terkait
Inpari IR Nutri Zinc, Varietas Padi Kaya Kandungan Zn untuk Atasi Stunting
Budidaya Ayam KUB, Lebih Unggul dari Ayam Kampung Biasa
Tiga Peneliti Utama Balitbangtan Dikukuhkan Sebagai Profesor Riset
Profesor Riset Termuda Balitbangtan Paparkan Strategi Pengembangan Jagung
Performanya Meningkat, Ayam KUB Janaka Agrinak Dilisensi