Betapa Terasa Sopan Bahasa Iklan Perumahan di 80-an Ini

photo author
Dedy Tri Riyadi, Tinemu
- Senin, 20 Juni 2022 | 19:02 WIB
Rumah (Rowan Heuvel)
Rumah (Rowan Heuvel)

TINEMU.COM - Siapa yang bakal lupa dengan ungkapan "Senin Harga Naik!" dari iklan-iklan perumahan baik rumah tapak atau apartemen dewasa ini? Belum lagi dengan sederetan kalimat yang dimulai dengan "Dekat" yang dikaitkan dengan jalan tol, pusat perbelanjaan modern, sekolah, dan rumah sakit serta tempat moda transportasi seperti Stasiun atau terminal.

Semua itu bisa dibaca dan terdengar dari iklan-iklan perumahan lengkap dengan harga dari unit dan tipe yang ditawarkan dari rumah tapak atau apartemen sebagai hunian baru. Bahkan akhir-akhir ini, ada tambahan lain seperti "DP 0 rupiah" atau "Subsidi biaya-biaya" dengan beragam tanda asteriks yang mencerminkan syarat dan ketentuan lain.

Baca Juga: Review Budhi Setyawan atas Album Mata Dewa Iwan Fals: Peran Besar Ian Antono (Bagian 1)

Namun siapa sangka, iklan-iklan perumahan pada tahun 80-an tidak memiliki gaya bahasa yang bombastis seperti itu. Kalau pun ada, sangat sedikit porsinya. Simaklah iklan Pamulang Permai yang muncul di sebuah majalah pada tahun 1979 berikut ini;

Iklan Perumahan Pamulang Permai 1979
Iklan Perumahan Pamulang Permai 1979 (Pinterest)

Dalam iklan tersebut, ada sebuah peta yang menunjukkan wilayah sekitar Jakarta itu masihlah dipenuhi oleh rerimbunan pepohonan. Informasi mengenai jarak dan fasilitas ditulis dalam body text iklan dengan huruf yang kecil saja.

Yang ditonjolkan adalah sebuah pendapat dari seorang calon penghuni yang merupakan staf kedutaan besar Amerika mengenai penantiannya akan perumahan yang ditawarkan tersebut. Selain itu, yang dianggap sebagai bujukan adalah tentang survey lokasi perumahan tersebut kepada para pembaca. Dan itu dicetak dengan huruf besar dan ditebalkan.

Baca Juga: Review Film Ambisi: Bung Tau Musik? (Bagian 1)

Mengenai harga, juga sama seperti informasi jarak dan fasilitas, masuk ke dalam copy dari iklan dengan huruf yang kecil. Jika dianggap sebagai bujukan, uniknya, iklan tersebut justru menyangkutkannya dengan Tunjangan Hari Raya (THR) yang seolah ingin menyatakan harga dari perumahan tersebut menjadi nomor sekian dari informasi yang ingin disampaikan oleh pihak pengembang.

Demikian juga dengan iklan perumahan Bintaro Jaya pada tahun 1980-an berikut ini;

Iklan Perumahan Bintaro Jaya Tahun 1980
Iklan Perumahan Bintaro Jaya Tahun 1980 (Pinterest)

Pada iklan tersebut, ditonjolkan mengenai kehidupan yang nyaman di dalam alam yang masih segar di wilayah Bintaro Jaya yang juga didekatkan secara kontras dengan "kesibukan kota" dan "ketenangan Jakarta".

Baca Juga: Keajaiban-Keajaiban di Dunia Musik

Iklan tersebut tidak menonjolkan lagi soal kedekatan, karena bisa jadi pengembang telah menganggap bahwa daerah Bintaro adalah daerah yang sangat dekat dengan Jakarta. Namun kali ini, yang ditampilkan adalah bentuk-bentuk atau tipe-tipe dari rumah yang hendak dibangun oleh pengembang.

Disertakan pula tabel yang menyandingkan tipe-tipe rumah tersebut dengan harganya yang berbeda-beda. Disebutkan pula bahwa salah satu tipe yaitu Pelikan, yang dituliskan dengan huruf besar dan tebal, sebagai bagian dari rumah-rumah kreasi tahun 1984.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Dedy Tri Riyadi

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Aldi Taher dan Konser Dadakan Kembang Tahu

Selasa, 7 April 2026 | 00:02 WIB

Air Keras atau Asam Sulfat

Kamis, 19 Maret 2026 | 18:30 WIB

Berpuasa Ramadan Tanpa Buka Puasa Bersama

Selasa, 17 Maret 2026 | 12:00 WIB

Tanda Bahaya Itu Sudah Sejak Lama Berdentang...

Senin, 9 Februari 2026 | 05:45 WIB

Mengapa Kita Tidak Pernah Berinvestasi di Bidang Seni?

Selasa, 27 Januari 2026 | 06:40 WIB

Kisah Pramugari Gadungan

Minggu, 11 Januari 2026 | 20:43 WIB
X