Kamus di Temanggung

photo author
Bandung Mawardi, Tinemu
- Jumat, 22 Desember 2023 | 10:48 WIB
Kamus Belanda - Melayu (Bandung Mawardi)
Kamus Belanda - Melayu (Bandung Mawardi)

TINEMU.COM - Kota-kota besar menjadi tempat terpilih bagi misi-misi besar dalam percetakan atau penerbitan.

Batavia, kota penting dalam sejarah penerbitan buku dan pers. Semarang, kota tercatat memiliki beragam terbitan sejak awal abad XX.

Solo dan Jogjakarta pun memiliki peran dalam pembesaran dampak mesin cetak dan konsekuensi keaksaraan dari kemunculan puluhan penerbit.

Bandung dan Surabaya tak boleh dilupakan dalam kerja-kerja besar keaksaraan di tanah jajahan.

Di Sumatra, sekian kota menjadi acuan dalam peredaran buku dan surat kabar untuk agenda-agenda kemajuan atau modernitas.

Baca Juga: Bahasa Indonesia “Terkembang”

Di pelbagai kota, percetakan dan penerbit turut dalam arus sejarah. Kita mengenang sebagai sejarah bergelimang huruf.

Di Temanggung, kita pun memiliki babak sejarah penting. Kota itu tercatat dalam penerbitan Hollandsch-Maleisch Zakwoordenboekje susunan DM Kroes-Verhoog dan ALB H Kroes.

Di halaman judul, kita membaca keterangan: “Temanggoeng 1923”. Di halaman pengantar, kita membaca: “Banjoemas 1911”.

Kamus itu pernah mengalami cetak ulang. Sekian keterangan teracantum dalam terbitan: “Tegal 1913”, “Tegal 1920”, dan “Temanggoeng 1923”.

Baca Juga: 100 Tahun Kitab Vortaro

Kita masih bisa memegang edisi terbitan 1923. Kamus kecil dan tebal berusia 100 tahun. Kamus dalam kondisi agak rusak tapi masih terbaca.

Kamus belum mau punah meski orang-orang sering mengingat kamus-kamus “babon” atau “otoritatif” terbit di kota-kota besar.

Cetak ulang mengartikan kamus kecil itu dibutuhkan orang-orang. Kamus sebagai pegangan untuk mengetahui kata dan pengertian.

Pada masa lalu, keinginan belajar bahasa Belanda dan Melayu menentukan corak zaman. Sekolah-sekolah dan terbitan bacaan memicu orang-orang paham bahasa-bahasa.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Dedy Tri Riyadi

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Malioboro, Tempat Rindu Berjalan Pelan

Senin, 13 April 2026 | 16:22 WIB

Kolom Buku Belum Berlalu: Tak Ada Keraguan

Jumat, 27 Maret 2026 | 07:05 WIB

Ermy Kullit, All That Jazz!

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:33 WIB

Kolom Buku Belum Berlalu: Gudang Garam dan Buku

Kamis, 26 Maret 2026 | 17:39 WIB

Kolom Buku Belum Berlalu: Kota dan Pembaca

Kamis, 26 Maret 2026 | 16:17 WIB

Kolom Buku Belum Berlalu: Menjual Lima Buku

Sabtu, 21 Maret 2026 | 19:10 WIB

Kolom Buku Belum Berlalu: Bacaan Bertambah

Sabtu, 21 Maret 2026 | 17:27 WIB

Kolom Buku Belum Berlalu: Mewariskan Tulisan

Jumat, 20 Maret 2026 | 12:16 WIB

Kolom Buku Belum Berlalu: Jari dan Anak

Jumat, 20 Maret 2026 | 09:51 WIB

Kolom Buku Belum Berlalu: Jawa Dibukukan

Kamis, 19 Maret 2026 | 17:48 WIB

Perang Dagang di Nusantara pada Masa Lalu

Kamis, 12 Maret 2026 | 10:52 WIB

Kolom Buku Belum Berlalu: Radikal di Masa Kolonial

Selasa, 10 Maret 2026 | 16:18 WIB

Kolom Buku Belum Berlalu: Lima Halaman

Jumat, 6 Maret 2026 | 13:03 WIB

Kolom Buku Belum Berlalu: Tulisan dan Tua

Rabu, 25 Februari 2026 | 14:07 WIB

Kolom Buku Belum Berlalu: Buku Sesuai Kurikulum

Rabu, 25 Februari 2026 | 12:53 WIB

Kolom Buku Belum Berlalu: Puisi dan Penerbit

Rabu, 25 Februari 2026 | 11:29 WIB

Kolom Buku Belum Berlalu: Pertama dan Lengkap

Rabu, 25 Februari 2026 | 10:15 WIB
X