Sejarah Pink Floyd Band Rock Terbesar dan Berpengaruh

photo author
Zabidi Sayidi, Tinemu
- Senin, 1 Januari 2024 | 23:14 WIB
Pink Floyd ilustrasi oleh Zay with playgroundai
Pink Floyd ilustrasi oleh Zay with playgroundai

TINEMU.COM - Pink Floyd dikenal sebagai band yang tidak hanya menciptakan musik, tetapi juga karya seni keseluruhan yang mendalam dan memikat. Warisan mereka terus hidup melalui penghargaan dan pengakuan dari penggemar serta pengaruh besar mereka terhadap dunia musik.

Pink Floyd didirikan pada tahun 1965 di London oleh Syd Barrett (gitar, vokal), Roger Waters (bass, vokal), Richard Wright (keyboard), Nick Mason (drum), dan Bob Klose (gitar). Klose kemudian meninggalkan band, dan David Gilmour bergabung pada tahun 1967.

Syd Barrett dan Awal Karir:

Syd Barrett memainkan peran kunci dalam awal karir Pink Floyd, dan album debut mereka, "The Piper at the Gates of Dawn" (1967), sangat dipengaruhi oleh kreativitasnya. Namun, masalah mental dan penggunaan narkoba menyebabkan dia meninggalkan band pada tahun 1968.

Baca Juga: Gitaris Richie Faulkner Pernah Jualan Sosis di Swedia!

Eksperimen Musikal dan Album Konsep:

Pink Floyd dikenal karena eksperimen musikal mereka, penggunaan efek suara inovatif, dan album konsep. Album seperti "The Dark Side of the Moon" (1973), "Wish You Were Here" (1975), "Animals" (1977), dan "The Wall" (1979) adalah puncak pencapaian mereka dalam menciptakan musik progresif dan atmosferik.

Konflik Internal dan Pergantian Personil:

Konflik antaranggota, terutama antara Roger Waters dan anggota lainnya, menyebabkan ketegangan internal. Waters meninggalkan band pada tahun 1985, dan Pink Floyd melanjutkan dengan personil yang tersisa.

Kembalinya David Gilmour:

Setelah keluarnya Syd Barrett dan Roger Waters, David Gilmour memainkan peran kunci dalam merajut identitas suara Pink Floyd. Album "A Momentary Lapse of Reason" (1987) adalah salah satu karya mereka setelah perubahan signifikan dalam personil.

Baca Juga: Stop Fitnah! Itu Kejahatan Hukum, Sebab Bisa Ciptakan Perpecahan

Reuni dan Terakhirnya Studio Album:

Waters bergabung kembali dengan band untuk tur Live 8 pada tahun 2005, menandai reuni penting. Meskipun, album studio terakhir mereka, "The Endless River" (2014), dirilis setelah kematian Richard Wright.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Zabidi Sayidi

Tags

Rekomendasi

Terkini

Malioboro, Tempat Rindu Berjalan Pelan

Senin, 13 April 2026 | 16:22 WIB

Kolom Buku Belum Berlalu: Tak Ada Keraguan

Jumat, 27 Maret 2026 | 07:05 WIB

Ermy Kullit, All That Jazz!

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:33 WIB

Kolom Buku Belum Berlalu: Gudang Garam dan Buku

Kamis, 26 Maret 2026 | 17:39 WIB

Kolom Buku Belum Berlalu: Kota dan Pembaca

Kamis, 26 Maret 2026 | 16:17 WIB

Kolom Buku Belum Berlalu: Menjual Lima Buku

Sabtu, 21 Maret 2026 | 19:10 WIB

Kolom Buku Belum Berlalu: Bacaan Bertambah

Sabtu, 21 Maret 2026 | 17:27 WIB

Kolom Buku Belum Berlalu: Mewariskan Tulisan

Jumat, 20 Maret 2026 | 12:16 WIB

Kolom Buku Belum Berlalu: Jari dan Anak

Jumat, 20 Maret 2026 | 09:51 WIB

Kolom Buku Belum Berlalu: Jawa Dibukukan

Kamis, 19 Maret 2026 | 17:48 WIB

Perang Dagang di Nusantara pada Masa Lalu

Kamis, 12 Maret 2026 | 10:52 WIB

Kolom Buku Belum Berlalu: Radikal di Masa Kolonial

Selasa, 10 Maret 2026 | 16:18 WIB

Kolom Buku Belum Berlalu: Lima Halaman

Jumat, 6 Maret 2026 | 13:03 WIB

Kolom Buku Belum Berlalu: Tulisan dan Tua

Rabu, 25 Februari 2026 | 14:07 WIB

Kolom Buku Belum Berlalu: Buku Sesuai Kurikulum

Rabu, 25 Februari 2026 | 12:53 WIB

Kolom Buku Belum Berlalu: Puisi dan Penerbit

Rabu, 25 Februari 2026 | 11:29 WIB

Kolom Buku Belum Berlalu: Pertama dan Lengkap

Rabu, 25 Februari 2026 | 10:15 WIB
X