Awalnya Gitar Listrik itu Mirip Penggorengan!

photo author
Dedy Tri Riyadi, Tinemu
- Jumat, 5 Januari 2024 | 12:14 WIB
Ilustrasi Gitar Listrik (Poe AI)
Ilustrasi Gitar Listrik (Poe AI)

Pada masa itu, gitar listrik masih dianggap eksperimental dan belum sepenuhnya diterima oleh musisi dan publik.

Pada pertengahan tahun 1930-an, Leo Fender, seorang insinyur dan pendiri Fender Electric Instrument Manufacturing Company, menjadi tokoh penting dalam evolusi gitar listrik.

Baca Juga: Bedah Buku Syekh Nawawi al-Bantani, Mahaguru Ulama Hijaz & Nusantara Abad Ke-19 di KBRI Riyadh

Fender merancang dan memproduksi gitar listrik solid body pertama yang disebut Esquire pada tahun 1950, dan kemudian berevolusi menjadi Telecaster pada tahun 1951.

Gitar ini memiliki tubuh yang terbuat dari kayu padat, memberikan kesederhanaan dan daya tahan yang membuatnya populer di kalangan musisi.

Namun, inovasi sejati dalam dunia gitar listrik datang dengan pengenalan model Stratocaster pada tahun 1954, juga dari Fender.

Stratocaster memiliki desain yang revolusioner dengan bentuk tubuh yang ergonomis, tiga pickup, dan sistem tremolo yang dapat diatur.

Keberhasilan Stratocaster memastikan Fender sebagai pemimpin dalam industri gitar listrik.

Seiring perkembangan teknologi dan persaingan antar produsen, Gibson, perusahaan gitar ternama, juga memainkan peran penting dalam evolusi gitar listrik.

Baca Juga: KAI Hadirkan Wajah Baru Stasiun Purwokerto, Ini Fasilitasnya

Pada tahun 1952, mereka merilis model Les Paul, yang menampilkan desain solid body dan pickup humbucking.

Les Paul menjadi salah satu model paling ikonik dalam sejarah gitar listrik.

Tak lama setelah itu, pada tahun 1958, Gibson memperkenalkan model Explorer dan Flying V, yang memiliki desain yang futuristik dan unik.

Meskipun tidak langsung populer pada saat peluncuran, kedua model ini kemudian menjadi sangat dicari dan dianggap sebagai desain gitar listrik yang klasik.

Selama beberapa dekade berikutnya, inovasi dan variasi desain gitar listrik terus berkembang.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Dedy Tri Riyadi

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Malioboro, Tempat Rindu Berjalan Pelan

Senin, 13 April 2026 | 16:22 WIB

Kolom Buku Belum Berlalu: Tak Ada Keraguan

Jumat, 27 Maret 2026 | 07:05 WIB

Ermy Kullit, All That Jazz!

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:33 WIB

Kolom Buku Belum Berlalu: Gudang Garam dan Buku

Kamis, 26 Maret 2026 | 17:39 WIB

Kolom Buku Belum Berlalu: Kota dan Pembaca

Kamis, 26 Maret 2026 | 16:17 WIB

Kolom Buku Belum Berlalu: Menjual Lima Buku

Sabtu, 21 Maret 2026 | 19:10 WIB

Kolom Buku Belum Berlalu: Bacaan Bertambah

Sabtu, 21 Maret 2026 | 17:27 WIB

Kolom Buku Belum Berlalu: Mewariskan Tulisan

Jumat, 20 Maret 2026 | 12:16 WIB

Kolom Buku Belum Berlalu: Jari dan Anak

Jumat, 20 Maret 2026 | 09:51 WIB

Kolom Buku Belum Berlalu: Jawa Dibukukan

Kamis, 19 Maret 2026 | 17:48 WIB

Perang Dagang di Nusantara pada Masa Lalu

Kamis, 12 Maret 2026 | 10:52 WIB

Kolom Buku Belum Berlalu: Radikal di Masa Kolonial

Selasa, 10 Maret 2026 | 16:18 WIB

Kolom Buku Belum Berlalu: Lima Halaman

Jumat, 6 Maret 2026 | 13:03 WIB

Kolom Buku Belum Berlalu: Tulisan dan Tua

Rabu, 25 Februari 2026 | 14:07 WIB

Kolom Buku Belum Berlalu: Buku Sesuai Kurikulum

Rabu, 25 Februari 2026 | 12:53 WIB

Kolom Buku Belum Berlalu: Puisi dan Penerbit

Rabu, 25 Februari 2026 | 11:29 WIB

Kolom Buku Belum Berlalu: Pertama dan Lengkap

Rabu, 25 Februari 2026 | 10:15 WIB
X