TINEMU.COM - Matematika berguna dalam demokrasi. Kita tak perlu mencari tokoh-tokoh politik suka membual demokrasi itu ahli matematika atau memiliki nilai tinggi selama belajar di sekolah.
Mereka mengerti matematika bukan sebagai pelajaran. Matematika ditaruh dalam modal dan kekuasaan.
Kita agak mengerti demokrasi menjadi amalan matematika dalam misi keuntungan dan kemenangan.
Pada suatu hari, jutaan orang mendatangi pelbagai tempat. Mereka dalam hari coblosan.
Kertas-kertas dicoblos dengan paku. Konon, kertas-kertas itu penting dalam penghitungan suara atas nama demokrasi.
Baca Juga: Ditemukan Membusuk, Paus Sperma Sepanjang 15 Meter Terdampar di Biak Numfor
Kita mengetahui “penghitungan” berkaitan matematika. Di undang-undang, penghitungan itu menetapi ketentuan demokrasi, bukan mata pelajaran sering membuat murid-murid berkeringat dan ketakutan.
Kita pun mengingat matematika menentukan lakon revolusi atau demokratisasi di Indonesia, sejak puluhan tahun lalu.
Pada 1970, terbit buku berjudul New Mathematics (Matematika Modern) di Sekolah Dasar susunan Oejeng Soewargana. Buku tipis diterbitkan Sanggabuwana, Bandung-Jakarta.
Kita membuka halaman-halaman buku, terselip surat atas nama Nj Oejeng Soewargana. Surat untuk “para sardjana dan para ahli dalam semua bidang mata peladjaran.”
Baca Juga: Cakra Khan Rilis Album Kedua Setelah 11 Tahun
Surat berisi anjuran bagi semua pihak bila memerlukan serial buku pelajaran bisa menghubungi Ganaco, Masa Baru, dan Sanggabuwana.
Tiga nama penerbit dalam satu naungan. Penjelasan: “Kami selalu berusahan untuk mentjari dan mengumpulkan bahan jang terbaru…” Buku-buku dijanjikan aktual atau sesuai perkembangan pengetahuan di dunia.
Kita diminta menerima janji dan membuktikan sendiri. Oejeng Soewargana menjelaskan maksud pembuatan buku dibenarkan oleh kehendak menteri dan kebutuhan di jagat pendidikan.
Ia memerlukan mengutip tulisan di majalah Varia, 8 April 1970: “buku baru ibarat traktor, buku lama ibarat tjangkul.”
Artikel Terkait
Pelajaran dan Tolol
Risalah Wartawan
Asal Usul 12 Shio dalam Perhitungan Tiongkok
Teringat “Orang Politik”