Kemudian, di Alun-Alun Selatan ditanam pohon kweni melambangkan pemuda yang telah berani (wani) meminang gadis pujaannya.
Bagian utara keraton, tepatnya di Siti Hinggil Kidul atau Sasana Hinggil Dwi Abad ditanami pelem cempora dan soka yang masing-masing berbunga putih dan merah. Ini melambangkan benih laki-laki dan perempuan.
Pada Alun-Alun Utara, ditanam pohon keben (Barringtonia asiatica) yang bermakna tangkeben atau menutupi segala tingkah laku kurang elok. Ada pula pohon sawo kecik (Manilkara kauki), jambu klampok arum (Syzygium jambos), dan kantil (Magnolia champaca).
Baca Juga: The Brothers Sun : Triad, Keluarga, Pilihan Hidup
Ini memberi pesan agar manusia selalu berbuat baik (sarwo bercik), bersikap harum dalam ucapan dan tindakan, dan selalu teringat (kemantil).
Keindahan makna dan simbol dalam Sumbu Kosmologis Yogyakarta bukan saja menunjukkan keandalan Sultan Hamengku Buwana I dalam menyiapkan sebuah konsep tata ruang kota yang bestari. Lebih dari itu, juga mengingatkan setiap orang akan proses kehidupan.***