Sumbu Kosmologis Yogyakarta, Konsep Tata Ruang Kota Gudeg yang Sarat Makna

photo author
Setiyo Bardono, Tinemu
- Senin, 15 Januari 2024 | 10:55 WIB
Tugu Yogyakarta, salah satu bagian dari Sumbu Kosmologis Yogyakarta.  (kemdikbud.go.id/BPCB DIY)
Tugu Yogyakarta, salah satu bagian dari Sumbu Kosmologis Yogyakarta. (kemdikbud.go.id/BPCB DIY)

Panggung Krapyak letaknya sekitar 2 kilometer dari Keraton Yogyakarta. Bentuknya segi empat setinggi sekira 10 meter, lebar 13 meter, dan panjang 13 meter. Panggung Krapyak berupa bangunan dua lantai.

Baca Juga: Mengenal Rosa Luxemberg, Aktivis Sosial Anti Perang

Pada lantai atas berwujud ruang terbuka berpagar. Dulunya bangunan ini digunakan sultan untuk menyaksikan prajurit atau kerabatnya dalam berburu (ngrapyak) rusa.

Perjalanan dari Panggung Krapyak menuju Keraton mewakili konsepsi sangkan (asal) dan proses pendewasaan manusia. Sedangkan perjalanan dari Tugu Golong Gilig menuju ke Keraton mewakili filosofi paran (tujuan) yaitu perjalanan manusia menuju Penciptanya.

Tugu Golong Gilig semula tingginya 25 meter dengan puncak berwujud golong (bola) dan badan tugu berbentuk kerucut terpancung bulat panjang (gilig). Karena tugu tersebut berwarna putih maka dalam bahasa Belanda disebut De Witte Paal atau Tugu Pal Putih.

Baca Juga: 15 Januari 1992: Kematian, Uang, Lukisan

Tugu asli telah porak poranda dihantam bencana gempa bumi pada 1867 silam dan dibangun kembali melalui bantuan pemerintah kolonial dan berdiri kokoh sampai hari ini.

Secara filosofis, Tugu Golong Gilig melambangkan golonging cipta, rasa, lan karsa untuk menghadap Sang Khalik atau bersatunya seluruh kehendak untuk menghadap Sang Pencipta.

Warna putih dipilih untuk melambangkan kesucian hati. Tugu dihubungkan oleh ruas Jalan Margatama yang bermakna jalan menuju keutamaan dan Jalan Maliabara (Jalan Malioboro) atau obor penerang.

Baca Juga: Bintang Aquaman Tampil dalam Film Dokumenter

Terdapat pula Jalan Margamulya yang berarti jalan menuju kemuliaan. Untuk dapat mencapai kemuliaan tersebut, manusia harus bisa mengusir (ngurak) seluruh nafsu buruk. Karena itu, ruas berikutnya dinamai sebagai Jalan Pangurakan. Seluruh ruas jalan tadi berakhir di Alun-Alun Utara.

Pohon Kehidupan

Menurut Sunjata dalam bukunya Makna Simbolik Tumbuh-Tumbuhan dan Bangunan Kraton: Suatu Kajian Terhadap Serat Salokapatra, aneka pohon yang ditanam di sekitar keraton sebagai media menambatkan makna kehidupan.

Misalnya pohon asam atau asem (Tamarindus indica) dan tanjung (Mimusops elengi) yang bermakna anak muda. Ikut ditanam pohon jambu dersana (Syzgium malaccense/Eugenia malaccensis) yang bermakna keteladanan (sinudarsana).

Baca Juga: Sekuel M3GAN Segera Diproduksi!

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Setiyo Bardono

Sumber: Indonesia.go id

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Malioboro, Tempat Rindu Berjalan Pelan

Senin, 13 April 2026 | 16:22 WIB

Kolom Buku Belum Berlalu: Tak Ada Keraguan

Jumat, 27 Maret 2026 | 07:05 WIB

Ermy Kullit, All That Jazz!

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:33 WIB

Kolom Buku Belum Berlalu: Gudang Garam dan Buku

Kamis, 26 Maret 2026 | 17:39 WIB

Kolom Buku Belum Berlalu: Kota dan Pembaca

Kamis, 26 Maret 2026 | 16:17 WIB

Kolom Buku Belum Berlalu: Menjual Lima Buku

Sabtu, 21 Maret 2026 | 19:10 WIB

Kolom Buku Belum Berlalu: Bacaan Bertambah

Sabtu, 21 Maret 2026 | 17:27 WIB

Kolom Buku Belum Berlalu: Mewariskan Tulisan

Jumat, 20 Maret 2026 | 12:16 WIB

Kolom Buku Belum Berlalu: Jari dan Anak

Jumat, 20 Maret 2026 | 09:51 WIB

Kolom Buku Belum Berlalu: Jawa Dibukukan

Kamis, 19 Maret 2026 | 17:48 WIB

Perang Dagang di Nusantara pada Masa Lalu

Kamis, 12 Maret 2026 | 10:52 WIB

Kolom Buku Belum Berlalu: Radikal di Masa Kolonial

Selasa, 10 Maret 2026 | 16:18 WIB

Kolom Buku Belum Berlalu: Lima Halaman

Jumat, 6 Maret 2026 | 13:03 WIB

Kolom Buku Belum Berlalu: Tulisan dan Tua

Rabu, 25 Februari 2026 | 14:07 WIB

Kolom Buku Belum Berlalu: Buku Sesuai Kurikulum

Rabu, 25 Februari 2026 | 12:53 WIB

Kolom Buku Belum Berlalu: Puisi dan Penerbit

Rabu, 25 Februari 2026 | 11:29 WIB

Kolom Buku Belum Berlalu: Pertama dan Lengkap

Rabu, 25 Februari 2026 | 10:15 WIB
X