Sumbu Kosmologis Yogyakarta, Konsep Tata Ruang Kota Gudeg yang Sarat Makna

photo author
Setiyo Bardono, Tinemu
- Senin, 15 Januari 2024 | 10:55 WIB
Tugu Yogyakarta, salah satu bagian dari Sumbu Kosmologis Yogyakarta.  (kemdikbud.go.id/BPCB DIY)
Tugu Yogyakarta, salah satu bagian dari Sumbu Kosmologis Yogyakarta. (kemdikbud.go.id/BPCB DIY)

Kemudian, di Alun-Alun Selatan ditanam pohon kweni melambangkan pemuda yang telah berani (wani) meminang gadis pujaannya.

Bagian utara keraton, tepatnya di Siti Hinggil Kidul atau Sasana Hinggil Dwi Abad ditanami pelem cempora dan soka yang masing-masing berbunga putih dan merah. Ini melambangkan benih laki-laki dan perempuan.

Pada Alun-Alun Utara, ditanam pohon keben (Barringtonia asiatica) yang bermakna tangkeben atau menutupi segala tingkah laku kurang elok. Ada pula pohon sawo kecik (Manilkara kauki), jambu klampok arum (Syzygium jambos), dan kantil (Magnolia champaca).

Baca Juga: The Brothers Sun : Triad, Keluarga, Pilihan Hidup

Ini memberi pesan agar manusia selalu berbuat baik (sarwo bercik), bersikap harum dalam ucapan dan tindakan, dan selalu teringat (kemantil).

Keindahan makna dan simbol dalam Sumbu Kosmologis Yogyakarta bukan saja menunjukkan keandalan Sultan Hamengku Buwana I dalam menyiapkan sebuah konsep tata ruang kota yang bestari. Lebih dari itu, juga mengingatkan setiap orang akan proses kehidupan.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Setiyo Bardono

Sumber: Indonesia.go id

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Malioboro, Tempat Rindu Berjalan Pelan

Senin, 13 April 2026 | 16:22 WIB

Kolom Buku Belum Berlalu: Tak Ada Keraguan

Jumat, 27 Maret 2026 | 07:05 WIB

Ermy Kullit, All That Jazz!

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:33 WIB

Kolom Buku Belum Berlalu: Gudang Garam dan Buku

Kamis, 26 Maret 2026 | 17:39 WIB

Kolom Buku Belum Berlalu: Kota dan Pembaca

Kamis, 26 Maret 2026 | 16:17 WIB

Kolom Buku Belum Berlalu: Menjual Lima Buku

Sabtu, 21 Maret 2026 | 19:10 WIB

Kolom Buku Belum Berlalu: Bacaan Bertambah

Sabtu, 21 Maret 2026 | 17:27 WIB

Kolom Buku Belum Berlalu: Mewariskan Tulisan

Jumat, 20 Maret 2026 | 12:16 WIB

Kolom Buku Belum Berlalu: Jari dan Anak

Jumat, 20 Maret 2026 | 09:51 WIB

Kolom Buku Belum Berlalu: Jawa Dibukukan

Kamis, 19 Maret 2026 | 17:48 WIB

Perang Dagang di Nusantara pada Masa Lalu

Kamis, 12 Maret 2026 | 10:52 WIB

Kolom Buku Belum Berlalu: Radikal di Masa Kolonial

Selasa, 10 Maret 2026 | 16:18 WIB

Kolom Buku Belum Berlalu: Lima Halaman

Jumat, 6 Maret 2026 | 13:03 WIB

Kolom Buku Belum Berlalu: Tulisan dan Tua

Rabu, 25 Februari 2026 | 14:07 WIB

Kolom Buku Belum Berlalu: Buku Sesuai Kurikulum

Rabu, 25 Februari 2026 | 12:53 WIB

Kolom Buku Belum Berlalu: Puisi dan Penerbit

Rabu, 25 Februari 2026 | 11:29 WIB

Kolom Buku Belum Berlalu: Pertama dan Lengkap

Rabu, 25 Februari 2026 | 10:15 WIB
X