TINEMU.COM - Sejarah teh berawal dari Tiongkok kuno, hampir 5.000 tahun yang lalu. Menurut legenda, pada tahun 2732 SM. Kaisar Shen Nung menemukan teh ketika daun dari pohon liar ditiup ke dalam panci berisi air mendidih.
Dia segera tertarik pada aroma menyenangkan dari minuman yang dihasilkan, dan meminumnya.
Legenda mengatakan Kaisar menggambarkan perasaan hangat saat dia meminum minuman yang menarik, seolah-olah cairan itu menyelidiki setiap bagian tubuhnya.
Shen Nung menamai minuman itu "ch'a", karakter Cina yang berarti memeriksa atau menyelidiki.
Pada tahun 200 SM seorang Kaisar Dinasti Han memutuskan bahwa ketika mengacu pada teh, karakter tulisan khusus harus digunakan yang menggambarkan cabang kayu, rumput, dan seorang pria di antara keduanya.
Karakter tertulis ini, juga diucapkan "ch'a" melambangkan cara teh membawa manusia ke dalam keseimbangan dengan alam untuk budaya Cina.
Baca Juga: Opini: Perlu atau Tidak Perlu Bersedih Akan Kekalahan Liverpool di Final Liga Champion 2021-2022?
Sejarah Teh Tiongkok
Popularitas teh di Cina terus berkembang pesat dari abad ke-4 sampai ke-8. Tidak lagi hanya digunakan untuk khasiat obatnya, teh menjadi bernilai untuk kesenangan dan penyegaran sehari-hari.
Perkebunan teh menyebar ke seluruh China, pedagang teh menjadi kaya, dan barang-barang teh yang mahal dan elegan menjadi panji kekayaan dan status pemiliknya.
Kekaisaran Cina dengan ketat mengontrol persiapan dan budidaya tanaman. Bahkan ditentukan bahwa hanya wanita muda, mungkin karena kemurnian mereka, yang memegang daun teh.
Pawang perempuan muda ini tidak boleh makan bawang putih, bawang merah, atau rempah-rempah yang kuat jika bau di ujung jari mereka dapat mencemari daun teh yang berharga.
Penemuan Teh Hitam
Hingga pertengahan abad ke-17, semua teh Cina adalah teh hijau.
Namun, ketika perdagangan luar negeri meningkat, para petani Cina menemukan bahwa mereka dapat mengawetkan daun teh dengan proses fermentasi khusus.