TINEMU.COM - Zaman kemudian terus berganti kembali, Khulafaur Rasyidin digantikan oleh kekhalifahan Dinasti Umayyah. Dan ketika Umayyah sudah mendekati masa-masa akhirnya, keluarga al-Baramikah (Barmakids) merapat ke prospek calon penguasa terkuat pada masa itu, yaitu Bani Abbasiyah.
Ketika Bani Abbasiyah melakukan pemberontakan kepada Dinasti Umayyah, keluarga al-Baramikah mendukung pemberontakan tersebut. Pada saat pemberontakan itu berlangsung, kepala keluarga al-Baramikah, Khalid bin Barmak, mengelola wilayah keluarga tersebut di wilayah yang di masa kini disebut Irak, mengawasi pasukan militer, dan mengumpulkan pajak tanah setempat.
Keluarga al-Baramikah dikenal karena pandangan mereka yang toleran terhadap agama dan filsafat, dan mereka kemudian dikenal lebih luas karena dukungan mereka terhadap seni dan sains yang muncul ketika Zaman Keemasan Islam berlangsung.
Setelah Bani Abbasiyah berhasil menggulingkan Dinasti Umayyah dan naik ke tampuk kekuasaan pada tahun 750, Khalid bin Barmak memainkan peran utama dalam mengelola dinasti baru tersebut dengan menjadi kepala berbagai biro kesekretariatan dan juga menjadi gubernur di beberapa provinsi.
Baca Juga: Mengenang Harun Al Rasyid, Bidan Lahirnya Era Keemasan Islam (2)
Sementara itu Yahya, putra Khalid, menjadi guru dan pengajar ilmu-ilmu pemerintahan dan militer bagi Harun al-Rasyid yang kelak akan menjadi khalifah Abbasiyah di masa mendatang.
Pada sekitar tahun 779, Harun muda — sebagai anak laki-laki yang masih berusia sekitar 14 tahun pada saat itu — ditunjuk untuk memimpin ekspedisi militer Dinasti Abbasiyah melawan kekaisaran Kristen Bizantium.
Dalam ekspedisi itu dia ditemani oleh Yahya yang terlatih dan cakap. Yahya mengawasi dengan cermat dan memastikan agar Harun muda dapat menyukseskan misi tersebut agar pada saat dia pulang dia dapat disambut dan dielu-elukan di lingkungan istananya.
Bahwa kemudian Khalid dan Yahya sempat dipenjarakan oleh Dinasti Abbasiyah, toh itu hanya merupakan ketidaknyamanan yang berlangsung tidak lama.
Khalid bin Barmak pada satu titik ternyata pernah berseteru dengan al-Mansur, kakek al-Rasyid, dan Khayzuran, ibunda al-Rasyid, kemudian memulihkan kembali hak istimewa Khalid.
Kakak laki-laki al-Rasyid, Al-Hadi, sempat naik ke tampuk kekhalifahan. Tapi dia meninggal tak lama kemudian karena sebab yang misterius. Alhasil, al-Rasyid, yang kini berusia 20 tahun, menjadi khalifah Abbasiyah yang kelima.
Baca Juga: Mengenang Harun Al Rasyid, Bidan Lahirnya Era Keemasan Islam (1)
Di bawah khalifah yang baru ini Yahya kemudian diangkat menjadi wazirnya, yang mana dia diberi kuasa untuk mengendalikan administrasi kerajaan hampir secara total hingga selama 17 tahun berikutnya.
Harun al-Rasyid diangkat menjadi khalifah sekitar tahun 786, dan pada saat itu Baghdad adalah kota terbesar di dunia selain China.