TINEMU.COM - Alkisah, hiduplah seorang raja penguasa daratan tinggi Iran yang bernama Shahriyar. Sang raja dikisahkan suka memenggal perempuan-perempuan yang dinikahinya hanya dalam semalam sekadar untuk melampiaskan dendam terhadap istri pertamanya yang tidak setia.
Patih kerajaan yang diberi tugas untuk mencari gadis perawan untuk memuaskan junjungannya itu pun sampai kewalahan.
Suatu ketika, putri sulung patih tersebut, yang bernama Shahrazad, merasa kasihan kepada ayahnya. Shahrazad lantas meminta kepada sang ayah untuk mempersembahkan dirinya sebagai istri semalam sang Raja.
Dengan berat hati, permintaan itu pun dikabulkan patih. Shahrazad adalah perempuan cerdas, di dalam kisah tersebut dia digambarkan pernah membaca ribuan buku riwayat para raja dan sejarah panjang umat manusia.
Setiap malam, Shahrazad akan mempersembahkan sebuah kisah yang pernah dia baca kepada Shahriyar. Begitu fajar menyingsing, Shahrazad akan menghentikan ceritanya untuk dilanjutkan saat malam tiba.
Baca Juga: Awas Kena Sanksi! Produk Ini Harus Bersertifikat Halal di 2024
Kegiatan ini terus berlangsung selama 1000 malam. Akibatnya, Shahriyar pun enggan untuk membunuh Shahrazad lantaran selalu antusias mendengar kelanjutan cerita dari istrinya itu. Sampai pada malam ke 1001, Shahrazad akhirnya kehabisan cerita. Alih-alih memenggal kepala Shahrazad, sang Raja malah mengangkatnya menjadi permaisuri.
Dalam setiap versi cetak, Kisah klasik Seribu Satu Malam hampir selalu disusun ke dalam antologi yang berisikan cerita-cerita rakyat dan fabel yang berasal dari Zaman Keemasan Islam. Kisah-kisah ini dibuat seolah-olah dituturkan oleh seorang tokoh bernama Shahrazad kepada raja lalim Shahriyar.
Kisah Seribu Satu Malam pada masanya dikenal luas oleh rakyat Timur Tengah. Selama beradab-abad, karena kisahnya yang memikat, lampu-lampu di rumah rakyat dibuat menyala karena mereka menikmati membaca atau mendengarkannya pada malam hari.
Uniknya, di dalam kisah-kisah ini sosok Harun Al Rasyid seringkali muncul. Dia digambarkan sebagai seorang khalifah yang berkuasa namun seringkali berjalan di tengah-tengah rakyatnya dengan cara menyamar pada malam hari.
Istana kerajaan Harun Al Rasyid digambarkan memancarkan kekayaan yang berlimpah-limpah dan di dalamnya sangat aman. Dan jika ada intrik di dalam istana yang sedang berkembang, maka Harun al-Rasyid digambarkan sebagai tokoh kuncinya.
Dalam perkembangannya, Kisah Seribu Satu Malam juga mencapai kepopuleran di Eropa ketika banyak sarjana dari Barat yang menjadi ahli dalam bidang sastra Arab. Banyak kisah-kisah fantasi Barat yang dikatakan terinspirasi dari Timur sebenarnya berasal dari Kisah Seribu Satu Malam.
Harun Al Rasyid yang sering muncul dalam kisah-kisah ini dicitrakan sebagai orang yang berkarakter baik. Dia digambarkan sering berkumpul dengan teman-teman kepercayaannya, misalnya dengan wazir Persianya yang gemar berpuisi dan juga peminum alkohol yang kuat.