CEO HMNS Perfume, Rizky Arief Ungkap Rahasia Storytelling dalam Bisnis

photo author
Setiyo Bardono, Tinemu
- Selasa, 12 November 2024 | 10:25 WIB
Acara YES! We Talk 2024 yang digelar oleh Ikatan Keluarga Mahasiswa Manajemen (IKAMMA) Fakultas Ekonomika dan Bisnis UGM, Sabtu, 9 Oktober 2024 di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas (GIK) UGM. (Humas FEB UGM)
Acara YES! We Talk 2024 yang digelar oleh Ikatan Keluarga Mahasiswa Manajemen (IKAMMA) Fakultas Ekonomika dan Bisnis UGM, Sabtu, 9 Oktober 2024 di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas (GIK) UGM. (Humas FEB UGM)

TINEMU.COMRizky Arief, CEO dan Founder HMNS Perfume mengungkapkan peran penting storytelling dalam membangun brand. Ia pun membagikan pengalamannya bagaimana kekuatan storytelling dalam mendongkrak bisnisnya.

Perjalanan Rizky membangun bisnisnya saat ini dimulai dari kecintaan pada sastra sejak kecil yang kemudian membawanya bekerja sebagai copywriter setelah lulus dari Teknik Geologi ITB pada tahun 2016.

Rizky mengungkapkan pengalamannya saat sesi YES! We Talk 2024 yang digelar oleh Ikatan Keluarga Mahasiswa Manajemen (IKAMMA) Fakultas Ekonomika dan Bisnis UGM, Sabtu, 9 Oktober 2024 di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas (GIK) UGM.

Baca Juga: dr. Tirta Bagikan Tips Mengelola Usaha di Era Digital

Pengalamannya menjadi seorang copywriter membuka matanya akan kekuatan tulisan dalam dunia bisnis.

“Ketika kerja jadi copywriter, saya pernah menulis di Facebook dan jadi viral banget. Karena viral itu, tingkat penjualannya pun meningkat. Di situlah saya sadar kalau storytelling itu kuat banget dampaknya,” jelasnya.

Rizky menjelaskan pendekatan bisnis yang dilakukannya dengan menganggap manusia sebagai user interface. Dengan menganggap manusia adalah user interface, lanjutnya, maka harus memahami cerita di sekitar mereka agar sebuah produk memiliki makna.

Baca Juga: Berkomitmen Merevolusi Pendidikan dengan Teknologi, SEVIMA Terima Penghargaan dari ITS

Pandangan inilah yang menginspirasinya untuk menamai brand parfumnya “HMNS” (manusia), yang menurutnya tak hanya sekadar parfum, tetapi juga membawa cerita di dalamnya.

“Kamu bisa menjual apapun kalau kamu bisa bercerita,” tambahnya.

Menurutnya, pengalaman sangat penting dalam mengasah kemampuan menulis. Ia mengatakan untuk menjadi seorang penulis yang baik, tidak cukup hanya belajar soal teori menulis namun pengalaman langsung menulis dan mendapatkan umpan balik adalah kunci peningkatan.

Baca Juga: Marshall Monitor III ANC, Headphone Nirkabel dengan Fitur Active Noise Cancelling

“Setiap penulis memiliki gaya menulisnya masing-masing. Karena itu, selain pengalaman, memahami gaya menulis atau gaya kita dalam menyampaikan cerita adalah hal penting untuk menjadi penulis yang baik,” tambahnya.

Menutup sesi, Rizky membagikan tips dalam menjalani bisnis. Ia menekankan pentingnya memiliki target yang jelas dan realistis, serta mencapainya secara bertahap.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Setiyo Bardono

Sumber: Humas FEB UGM

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Aldi Taher dan Unique Genuine Content

Kamis, 9 April 2026 | 15:02 WIB
X