Pentingnya Literasi Keuangan, Cara Lepas dari Jerat Sandwich Generation

photo author
Dedy Tri Riyadi, Tinemu
- Kamis, 30 Januari 2025 | 20:52 WIB
Buku "Memikirkan Uang" yang berisi Literasi Keuangan bagi Pemula (Dedy Tri Riyadi)
Buku "Memikirkan Uang" yang berisi Literasi Keuangan bagi Pemula (Dedy Tri Riyadi)

TINEMU.COM - Menjadi bagian dari sandwich generation adalah kenyataan yang dihadapi banyak orang Indonesia hari ini.

Karena itu, banyak film yang menggarap tema tersebut seperti Home Sweet Loan dan yang terbaru dan sedang tayang adalah Satu Kakak Tujuh Ponakan atau yang disingkat SaKaTuPo

Bagi mereka yang berada dalam situasi ini, hidup sering kali terasa seperti perlombaan tanpa garis akhir, terhimpit antara kewajiban terhadap orang tua yang menua dan anak-anak yang masih memerlukan dukungan penuh.

Di tengah tekanan finansial dan emosional yang berat, pertanyaannya adalah: bagaimana cara melepaskan diri dari siklus ini?

Baca Juga: Mengapa Dongeng Kita Sarat Horor dan Kekerasan?

Kebiasaan menyiapkan masa depan sering kali diabaikan karena tuntutan hidup sehari-hari yang menyita perhatian. Padahal, langkah pertama yang paling penting adalah menyadari bahwa perencanaan keuangan bukan hanya untuk mereka yang berpenghasilan besar, tetapi menjadi kebutuhan bagi setiap individu.

Mengalokasikan sebagian kecil penghasilan untuk investasi atau tabungan pensiun sejak dini bisa menjadi kunci utama agar tidak bergantung pada generasi berikutnya.

Namun, tidak semua orang tua di Indonesia terbiasa dengan konsep kemandirian finansial. Banyak dari mereka hidup dengan pola pikir bahwa anak-anak adalah jaminan hari tua.

Baca Juga: Kebijakan Belanda Membuat Bandung Tak Punya Pecinan

Meskipun wajar untuk ingin membalas jasa orang tua, hal ini tidak seharusnya menjadi beban yang berlarut-larut. Berbicara secara terbuka tentang kondisi keuangan keluarga bisa menjadi langkah awal dalam membangun kesadaran akan pentingnya perencanaan keuangan bagi seluruh anggota keluarga.

Di sisi lain, mendidik anak agar memahami konsep finansial sejak dini juga tak kalah penting. Memberikan pemahaman tentang pengelolaan uang dan investasi bisa membantu mereka tumbuh menjadi individu yang lebih mandiri, sehingga di masa depan mereka tidak mengulangi siklus ketergantungan yang sama.

Mengajarkan anak untuk menghargai usaha dan memahami nilai uang adalah investasi tak kasat mata yang hasilnya baru akan terlihat bertahun-tahun kemudian.

Baca Juga: Pram di Jalan Bahasa Indonesia

Tak hanya soal keuangan, aspek mental dan emosional dalam menghadapi beban sebagai sandwich generation juga perlu diperhatikan. Banyak orang yang merasa bersalah jika tidak mampu memberikan segalanya untuk keluarga mereka.

Padahal, belajar untuk berkata tidak dan menetapkan batas adalah bagian dari upaya menjaga keseimbangan hidup. Mendukung keluarga bukan berarti mengorbankan kebahagiaan dan kesehatan diri sendiri.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Dedy Tri Riyadi

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Aldi Taher dan Unique Genuine Content

Kamis, 9 April 2026 | 15:02 WIB
X