TINEMU.COM - Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Friderica Widyasari Dewi meraih penghargaan Outstanding Leader in Financial Services di ajang Indonesia Leading Women Awards 2025.
Friderica mendapatkan penghargaan bergengsi ini atas dedikasinya sebagai pemimpin perempuan yang mengambil peran penting dalam pengembangan sektor jasa keuangan di Indonesia. Penghargaan diberikan pada Kamis (15/5/2025) di Auditorium Menara Bank Mega, Jakarta.
Saat menerima penghargaan tersebut, ia mengutip pemikiran RA Kartini bahwa perempuan Indonesia bisa berkarya. Melalui penghargaan ini menjadi bukti nyata bahwa perempuan Indonesia mendapatkan ruang yang luas untuk berkarya.
Baca Juga: Dion Wiyoko dan Sheila Dara Jadi Suami Istri, Kok Bisa?
“Perempuan Indonesia berani bermimpi, berani bercita-cita, dan harus bisa meraihnya,” ucap Friderica yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) Keluarga Alumni Fakultas Ekonomika dan Bisnis (KAFEGAMA).
Jejak Panjang Friderica
Friderica yang lahir di Cepu, 18 November 1975, berhasil menyelesaikan pendidikan sarjana dari Program Studi Manajemen FEB UGM pada 2001. Ia berhasil meraih gelar Master of Business Administration dari California State University, USA di tahun 2004. Gelar doktor diraihnya dari Program Studi Doktor Kepemimpinan dan Inovasi Kebijakan UGM pada tahun 2019.
Friderica telah menorehkan jejak panjang dan berpengaruh dalam industri pasar modal dan sektor jasa keuangan Indonesia. Selain menjabat sebagai Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen, ia menjadi Anggota Dewan Komisioner OJK periode 2022–2027.
Baca Juga: Tujuh Tahun Penantian Kasus Meikarta, Harapan Baru di Tangan Menteri PKP di Era Prabowo
Posisi strategis ini menandai puncak dari perjalanan kariernya yang konsisten membangun kepercayaan dan tata kelola di sektor keuangan nasional. Sebagai Anggota Dewan Komisioner OJK, Friderica terlibat dalam pengawasan dan pengembangan sektor jasa keuangan di Indonesia.
Sebelumnya, Friderica berkarir di Bursa Efek Indonesia (BEI). Ia pernah menjabat sebagai Sekretaris Perusahaan BEI pada 2008–2009, sebelum akhirnya menduduki posisi Direktur Pengembangan BEI pada 2009 hingga 2015.
Dalam perannya tersebut, Friderica berkontribusi dalam mendorong pertumbuhan pasar modal serta pengembangan produk dan layanan investasi di Indonesia.
Baca Juga: Rekor! Subsidi FLPP Era Prabowo Naik 1.100%, Kuota Rumah Subsidi Jadi 350 Ribu
Setelah kiprahnya di BEI, Friderica melanjutkan kariernya di Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI). Ia dipercaya sebagai Direktur KSEI (2015–2019), lalu naik menjadi Direktur Utama KSEI pada 2019 hingga 2020.
Artikel Terkait
Yuk, Cobain 3 Kafe Keren Hasil Inovasi Mahasiswa FEB UGM
Ekonom UGM Ungkap Ancaman Tarif Impor Trump
Ekonom FEB UGM Nilai Wacana Vasektomi Sebagai Syarat Bansos Kurang Tepat dan Diskriminatif
Kisah Inspiratif Cahya Danu Rahman: Dari Keluarga Sederhana Jadi Wisudawan Terbaik FEB UGM
Tim Dolphin FEB UGM Juara 1 Kompetisi Xiaomi x BREXPLOR Branding Competition 2025