Adaptasi Filosofi Jiu Jitsu, MarkPlus Institute Kenalkan Buku ‘Jurus Jitu Jualan’

photo author
Setiyo Bardono, Tinemu
- Sabtu, 23 Agustus 2025 | 09:10 WIB
MarkPlus Institute menghadirkan buku ‘Jurus Jitu Jualan’ di panggung Bandung Marketing Week 2025. (MarkPlus)
MarkPlus Institute menghadirkan buku ‘Jurus Jitu Jualan’ di panggung Bandung Marketing Week 2025. (MarkPlus)

TINEMU.COM - MarkPlus Institute memperkenalkan buku terbarunya, “Jurus Jitu Jualan” di panggung Bandung Marketing Week 2025. Menggabungkan taktik lapangan dan strategi penjualan modern, buku ini ditujukan bagi pelaku bisnis yang ingin mempercepat pertumbuhan di tengah dinamika pasar.

Mengadaptasi filosofi Jiu Jitsu, seni bela diri yang mengandalkan ketepatan teknik, bukan kekuatan, Jurus Jitu Jualan menegaskan bahwa penjualan modern bukan soal memaksa, namun menyelaraskan solusi dengan kebutuhan pelanggan secara efektif dan berkelanjutan.

CEO MarkPlus Institute, Yosanova Savitry menjelaskan bahwa Tenaga penjual masa kini harus mampu menjadi problem solver, bukan sekadar product seller.

Baca Juga: Igo Blado dan Reggae-nya yang Membumi, 'Sunset Dealer'

“Buku ‘Jurus Jitu Jualan’ dirancang untuk membekali mereka dengan mindset, keterampilan, dan alat yang relevan di era digital, termasuk pemanfaatan AI, agar tetap kompetitif sekaligus memberi nilai tambah nyata bagi pelanggan,” ujarnya.

Yosanova juga menegaskan bahwa keterlibatan langsung, terutama saat krisis, dapat memperkuat hubungan dan mengubah masalah menjadi peluang.

Ia juga menyoroti bahwa pelanggan membeli nilai bukan sekadar harga, sehingga berfokus pada keunikan nilai agar terhindar dari perang harga dan menjangkau pelanggan yang benar-benar menghargai nilai dari produk atau jasa yang ditawarkan.

Baca Juga: Grausig Kenalkan Personil Baru dan Karya Baru 'Litani Agoni' yang Enerjik!

Dalam paparannya, Yosanova memaparkan tiga prinsip dasar penjualan modern sebagai fondasi bagi tenaga pemasar berdaya saing untuk memahami pemasaran dengan kerangka 4C (Change, Competitor, Customer, Company), menguasai literasi finansial untuk mendukung profitabilitas, serta menjadi kolaborator lintas divisi melalui prinsip QCDS (Quality, Cost, Delivery, Service) untuk menyelaraskan aktivitas bisnis dengan kebutuhan pasar.

Tiga prinsip ini menjadi pijakan bagi lima jurus penjualan efektif dan adaptif yang dibahas dalam buku “Jurus Jitu Jualan”. Jurus pertama, menjual dengan fleksibilitas berarti membangun hubungan bertahap mulai dari berkenalan, menjadi dekat, hingga akrab.

Kedua, mengubah cara pandang dengan metode SPIN Selling yang diperkaya teknologi AI untuk memahami kebutuhan pelanggan secara lebih akurat.

Baca Juga: Om Henk dan Seni yang Tak Pernah Pergi

Ketiga, penawaran kecil menuju deal besar sebagai strategi membangun kepercayaan melalui uji coba atau penawaran awal. Keempat, mengarahkan percakapan layaknya teknik kuncian dan lemparan dalam Jiu Jitsu untuk menjaga kendali negosiasi.

Terakhir, memulai langkah kecil yang tepat sasaran dengan memanfaatkan siklus Get, Keep, Grow, Win-Back serta teknologi CRM untuk mengelola hubungan pelanggan secara berkelanjutan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Setiyo Bardono

Sumber: MarkPlus

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Aldi Taher dan Unique Genuine Content

Kamis, 9 April 2026 | 15:02 WIB
X