Menparekraf: AKI 2023 Bisa Tingkatkan Omzet Produk Ekraf di Jayapura

photo author
Zabidi Sayidi, Tinemu
- Jumat, 7 Juli 2023 | 14:26 WIB
Foto dari laman kemenparekraf
Foto dari laman kemenparekraf

TINEMU.COM - Jayapura, 6 Juli 2023 - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf/Kabaparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno berharap program unggulan Kemenparekraf "Apresiasi Kreasi Indonesia (AKI) 2023" bisa menjadi pemicu peningkatan omzet produk ekonomi kreatif (ekraf) pelaku UMKM di Kota Jayapura, Papua

Menparekraf Sandiaga yang hadir sebagai super mentor dalam acara AKI 2023 yang berlangsung di Mall of Jayapura, Kamis (6/7/2023) malam, melihat potensi besar dari sektor parekraf di Jayapura yang dapat dikembangkan secara kolaboratif. Ditambah Jayapura telah memiliki creative hub bernama Papua Youth Creative Hub

"Sehingga kehadiran AKI di Jayapura memberikan kesempatan bagi mereka untuk meningkatkan pengetahuan serta harapannya akan ada peningkatan omzet.

Saat mereka meningkatkan omzet tentunya bakal terbuka peluang usaha dan tercipta 4,4 juta lapangan kerja sebagai target yang ditetapkan Presiden Jokowi sehingga dapat kita capai melalui program-program yang tepat manfaat, tepat sasaran," kata Menparekraf Sandiaga. Menparekraf.

Baca Juga: Wamenparekraf: Pameran Van Gogh Alive Atraksi Wisata Digital di Masa Liburan

Sandiaga memberi pesan kepada para pelaku ekraf untuk tidak berhenti berusaha, karena kesuksesan senantiasa akan datang kepada mereka yang berusaha. Menparekraf yakin, produk dan karya pelaku ekraf di Kota Jayapura tidak kalah dengan produk dan karya lainnya di luar sana. 

"Tidak ada kesuksesan tanpa melalui kegagalan. Kegagalan adalah anak tangga menuju kesuksesan. Dan jika kita gagal di waktu yang awal, maka kita bisa menghindari kegagalan di waktu yang akan datang," ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut hadir pula Maria Fransisca, Putri Indonesia tahun 2014 yang kini menjadi pengusaha ternak ayam petelur yang membagikan pengalamannya dalam memulai usaha di tengah sebagian orang menyayangkan gelar Putri Indonesia yang disematkan padanya saat ia memutuskan untuk memilih berwirausaha. 

"Kalau kita mau membuka sebuah usaha itu pertama jangan gengsi. Itu yang saya tanamkan dalam saya punya diri. Kenapa orang sampai melihat kau cantik, kau punya title tinggi, kenapa mau turun ke peternakan ayam petelur? Karena saya merasa bahwa kalau kita meninggikan punya gengsi, itu kita tidak akan maju," kata Maria. 

Baca Juga: Tingkatkan Fitur dan Layanan, KAI Access Ganti Nama Jadi Access by KAI

Menurut Maria telur adalah kebutuhan primer yang sangat diperlukan oleh masyarakat dari berbagai kalangan, dari mulai bayi hingga orang dewasa. "Saya melihat pasar yang ada di Papua untuk membuka usaha ayam petelur itu sangat tinggi.

Inilah yang memotivasi saya. Apalagi saya memang mendapat dukungan dari orang tua," kata Maria.

Menparekraf Sandiaga yang menyimak penuturan Maria pun membagikan sebuah peristiwa yang terjadi di Labuan Bajo, NTB pada 2021. Dimana Labuan Bajo mengalami krisis kehabisan telur, sehingga hotel-hotel yang ada di sana tidak bisa menyajikan olahan makanan berbahan dasar telur.

Ternyata ketika ditelusuri akar permasalahannya adalah di Labuan Bajo tidak memiliki usaha ternak ayam petelur. "Dan akhirnya kita mengerti bahwa sangat dibutuhkan dari segi rantai pasok untuk menghadirkan telur bukan hanya untuk kebutuhan rakyat tapi juga untuk pariwisata.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Zabidi Sayidi

Sumber: kemenparekraf.go.id

Tags

Rekomendasi

Terkini

Aldi Taher dan Unique Genuine Content

Kamis, 9 April 2026 | 15:02 WIB
X