KAI dan BPH Migas Kolaborasi untuk Kelancaran Distribusi Barang Memakai Kereta Api

photo author
Setiyo Bardono, Tinemu
- Sabtu, 18 Juni 2022 | 11:07 WIB
Direktur Utama KAI Didiek Hartantyo (kedua kiri) bersama Kepala BPH Migas Erika Retnowati (kedua kanan) melakukan site visit di Depo Lokomotif Bandung, Jumat, 17 Juni 2022. (kai.id)
Direktur Utama KAI Didiek Hartantyo (kedua kiri) bersama Kepala BPH Migas Erika Retnowati (kedua kanan) melakukan site visit di Depo Lokomotif Bandung, Jumat, 17 Juni 2022. (kai.id)

TINEMU.COM - PT Kereta Api Indonesia (Persero) melakukan Focus Group Discussion bersama dengan BPH Migas dengan tema Kajian Teknik Optimalisasi Konsumsi Bahan Bakar Minyak dan Pelumas pada Sarana di KAI di Pullman Hotel, Bandung, pada Kamis, 16 Juni 2022.

Kegiatan ini bertujuan untuk mempererat hubungan BPH Migas sebagai regulator yang membidangi penetapan kuota BBM subsidi dan KAI sebagai operator pengguna BBM subsidi dan non subsidi.

Kepala BPH Migas, Erika Retnowati mengatakan sektor transportasi merupakan salah satu sektor strategis. BBM Subsidi merupakan stimulus bagi pembangunan dan kesejahteraan ekonomi bagi seluruh rakyat Indonesia.

Baca Juga: Cerbung Zabidi Sayidi : Petualangan Bocah-Bocah Sorotan (21)

“Pemberian kuota BBM Subsidi pada sektor kereta api untuk menikmati BBM Subsidi tentu sangat diharapkan dapat dikelola dengan cerdas dan bijaksana, dalam arti bahwa penggunaan yang tepat sasaran dan sesuai volume yang sesuai dengan kebutuhannya,” ujar Erika melalui keterangan tertulis pada Jumat, 17 Juni 2022.

Direktur Utama KAI Didiek Hartantyo menjelaskan, KAI memiliki budaya perusahaan AKHLAK dimana salah satunya yaitu Kolaboratif. KAI senantiasa membangun kerja sama yang sinergis dengan berbagai pihak, salah satunya adalah BPH Migas.

KAI sebagai operator kereta api membutuhkan dukungan dari BPH Migas dalam menyediakan kuota BBM subsidi dalam memberikan pelayanan kepada pelanggan baik untuk layanan Angkutan Penumpang ataupun Angkutan Barang.

Baca Juga: Menparekraf Jajal Permainan Boi Tempurung di Desa Wisata Lapasi Halmahera Barat

"FGD ini penting dalam rangka membagi pengetahuan agar KAI dapat lebih optimal dalam mengelola BBM dan pelumas pada sarana khususnya lokomotif," ujar Didiek.

Tahun 2022 ini, KAI mendapatkan kuota BBM subsidi sebesar 174,6 juta liter. Hingga awal Juni 2022, kuota tersebut telah terpakai 54%. Kuota BBM subsidi sangat krusial bagi KAI untuk dapat terus melayani berbagai kepentingan publik menggunakan kereta api.

Kereta api memiliki keunggulan dibanding moda transportasi lainnya yaitu dapat mengangkut penumpang dan barang dalam jumlah besar pada satu perjalanan, sehingga mengurangi beban jalan raya dan angka kecelakaan. Selain itu keunggulan lain dari angkutan kereta api yaitu terjadwal dan tepat waktu, bebas macet, serta lebih ramah lingkungan.

Baca Juga: PLN Sukses Uji Coba 100 Persen Biomassa di PLTU Tembilahan

Dalam hal angkutan barang, komoditi terbesar yang KAI layani yaitu angkutan batu bara di wilayah Sumatera Bagian Selatan. Peran pemberian BBM subsidi pada KAI akan semakin mendukung efisiensi dan perkembangan wilayah khususnya di Sumatera Bagian Selatan.

“Dengan tersedianya BBM subsidi yang mencukupi untuk semua KA Angkutan Barang, maka KAI dapat mendukung biaya logistik yang kompetitif dan mengurangi dampak eksternalitas seperti kemacetan, polusi, jalan-jalan yang rusak, serta meningkatkan daya saing global,” kata Didiek.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Setiyo Bardono

Sumber: kai.id

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Aldi Taher dan Unique Genuine Content

Kamis, 9 April 2026 | 15:02 WIB
X