TINEMU.COM - Dua alumni Teknik Arsitektur UGM meraih prestasi pada kompetisi tugas akhir yang diselenggarakan oleh Institut Teknologi Sepuluh Nopember. Mereka adalah Faiz Fawzan Adhima dan Vidya Larasati Adiraputri.
Faiz Fawzan Adhima dibawah bimbingan Nur Zahrotunnisa Zagi, S.T., M.T. raih Juara 1 meraih penghargaan karya terbaik kategori Environmental Studies. Sementara Vidya Larasati Adiraputri dibawah bimbingan Harry Kurniawan, S.T., M.Sc., Ph.D., meraih Juara 2 kategori Technical Studies.
Faiz mengajukan karya tugas akhir berjudul Rethinking Kampung Nelayan Tambakrejo Sebagai Kampung Nelayan Berkelanjutan Berbasis Desain Regeneratif, berlokasi di Tambakrejo, Kota Semarang, Indonesia. Dalam tugas akhirnya tersebut ia menyinggung tentang relokasi perkampungan nelayan Tambakrejo.
Baca Juga: Immersive Tech Hadirkan Seri Terbaru Kamera CCTV Nirkabel
Sebelum direlokasi, perkampungan ini merupakan perkampungan kumuh yang dihuni oleh lebih dari 160 KK yang dibangun di atas sedimentasi kanal banjir Semarang Timur. Lalu, rekolasi dilakukan untuk merevitalisasi kanal banjir timur di Semarang ke rumah susun yang berjarak 10 km dari perkampungan.
Namun sebagian warga menolak karena warga yang bekerja sebagai nelayan sangat bergantung pada lingkungan pesisir tempat mereka tinggal. Pemerintah kemudian sepakat dengan masyarakat untuk membangun pemukiman baru tepat di wilayah desa asli.
Sayangnya, rancangan dan solusi permukiman yang dilakukan pemerintah dinilai belum menjawab permasalahan utama. Setelah proyek selesai, tingkat perekonomian warga mengalami kemerosotan karena terkait dengan ketidakstabilan dan degradasi lingkungan pasca relokasi.
Baca Juga: Budhi Setyawan Luncurkan Buku ‘Kembali ke Puisi’ di Sastra Reboan
Untuk mengatasi permasalahan tersebut Faiz menawarkan maka konsep perancangan berdasarkan pendekatan desain regeneratif. Hal tersebut ditransformasikan dalam konsep regenerasi ekosistem dengan integrasi sistem biotik dan abiotik sekaligus memanfaatkan potensinya sebagai penguat perekonomian masyarakat.
Lalu mengintegrasikan antara hunian dan habitat (ekosistem) berupa sistem prototype desa dengan building footprint yang kecil serta menggunakan ruang terbuka untuk perbaikan ekosistem. Selain itu, konsep rumah tumbuh pada satuan hunian sebagai upaya memperlancar pertumbuhan demografi dan ekonomi masyarakat.
"Dari kajian ini bisa diketahui kualitas tipologi kampung nelayan berdasar pada seberapa baik desain dapat mewadahi kebutuhan pengguna sebagai penduduk, pekerjaan mereka sebagai nelayan, serta bagaimana cara kampung dapat menjaga keberlangusungan perekonomian mereka serta sumber daya alam yang ada,"paparnya.
Baca Juga: Sam Raimi Pertemukan Yayan Ruhian vs Bill Skarsgård
Sementara itu, Vidya Larasati Adiraputri mengajukan karya Climate Change Interpretation Center dengan Penekanan Pengalaman Sensoris di Sayung, Demak.
"Karya tugas akhir ini merupakan sebuah gagasan desain Interpretation Center yang mengangkat topik perubahan iklim khususnya mengenai dampaknya di Sayung, Demak, yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terkait perubahan iklim," ungkap Vidya.
Artikel Terkait
Pakar UGM Sebut Pelarangan Tiktok Shop Bisa Lindungi Produk Lokal
Mahasiswa UGM Kembangkan Aplikasi Gigi Kecil untuk Edukasi Kesehatan Anak
Simar, Alat Pemberian Pakan Ayam Otomatis Buatan Mahasiswa UGM
Psikolog UGM Ungkap Peran Penting Media Massa Dalam Pencegahan Bunuh Diri
Mahasiswa UGM Teliti Fenomena Titip Absen Mahasiswa