“Persiapan para siswa sejak selesai O2SN, pembinaan, hingga keberangkatan penuh dengan perjuangan yang luar biasa. Tim pembina yang ditugaskan PB FORKI merupakan formulasi yang tepat untuk membentuk anak-anak menjadi Juara, ” ungkap Djafar Effendy Djantang selaku Pembina sekaligus Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Bidang Pembinaan Prestasi PB FORKI.
Baca Juga: Beginilah Jika Lirik-Lirik Lagu Billie Eilish Dianalisis oleh Freud
“Perjuangan pelatih dalam mengawal, mengatur strategi, serta membakar semangat para Garuda Muda untuk menampilkan permainan terbaiknya patut diapresiasi,” imbuh Djafar.
Salah satu siswa peraih medali emas, Satoshi Ken Sakhi, menuturkan bahwa kejuaraan ini menjadi pengalaman berharga bagi dirinya dan menjadi tolak ukur kemampuan bertandingnya di bidang karate.
Pada kejuaraaan ini, Satoshi berhasil meraih medali emas di kelas Kata Male 10-11 tahun dan Kumite Male -35kg 10-11 tahun.
Baca Juga: Ini Dia 8 Khasiat Senyuman yang Jarang Diketahui
“Setelah mendapatkan medali emas ini, saya ingin kembali berlatih untuk meningkatkan ketrampilan dan menaikan level sabuk karate. Semoga, di masa mendatang saya mampu kembali menembus tim nasional Karate Indonesia untuk kejuaran internasional lainnya,” tutur Satoshi, siswa kelas 4 MI Ma’arif Mangunsari, Salatiga, Jawa Tengah.
Selain itu, peraih medali emas lainnya, Keanu Attarayhan Pratama, mengungkapkan kegembiraannya bahwa bahwa medali emas yang telah ia raih menjadi prestasi tertingginya selama mengikuti karate sejak umur 5 tahun.
“Mengikuti bidang karate ini awalnya terinspirasi oleh film The Karate Kid dan sekarang tidak menyangka sekaligus senang sekali bisa menyumbang medali emas untuk Indonesia kelas Kata Male 12-13 tahun,” pungkas Keanu, siswa kelas 6 SD Bianglala Kota Bandung, Jawa Barat.
Baca Juga: Matematika dan Agama
Senada dengan Satoshi dan Keanu, peraih medali emas lainnya, Nabilla Nur Aprilliani, mengatakan bahwa ajang ini merupakan kali pertamanya bertanding karate di level internasional.
“Terima kasih untuk orang tua, tim pelatih, dan semua pihak yang telah mendukung saya untuk kejuaran ini. Medali emas ini menjadi semangat untuk saya pribadi untuk selanjutnya menembus tim Indonesia di ajang Sea Game atau Asian Games,” tutup Nabilla, siswi kelas 12 SMA Negeri 12 Kota Bandung, Jawa Barat.
Nama siswa peraih medali emas ajang MIKO 2023, yaitu Keanu Attarayhan Pratama (Kelas Kata Putra U-12) siswa SD Bianglala kota Bandung, Aldhea Azarina Bharata (Kelas Kata U-12 Putri) dan (Kelas Kumite Putri U-12 -50 kg) siswa SD Negeri 1 Mojopanggung Kab. Banyuwang), Satoshi Ken Sakhi (Kelas Kata Putra U-12) dan (Kelas Kumite Putra U-12 -35kg) siswa MI Ma`Arif Mangunsari Kota Salatiga, serta Muhammad Wan Aqso (Kelas Kata Putra Kadet) siswa SMP Negeri 6 Mataram.
Baca Juga: Pemaki Mencerminkan Rendahnya Kontrol Emosi dan Empatinya
Selanjutnya, Naswa Aulia Ramadhani (Kelas Kumite Putri Kadet -53 kg) siswi SMP Swasta IT Bina Insan Kab. Deli Serdang, Arya Dwi Purnama (Kelas Kata Putra Junior) siswa SMA Negeri 54 Jakarta, Nabilla Nur Apriliani (Kelas Kata Putri Junior) siswi SMA Negeri 12 Bandung, dan Salma Aulia (Kelas Kumite Putri Junior) siswi SMA Negeri 13 Jakarta.
Artikel Terkait
Kejuaraan Karate Bimawa Cup 2023 Digelar UKM UAD Jogja
Aulia Rachmi Kurnia, Mahasiswa Disabilitas Netra UGM Juara 1 Kejurda Catur Paralimpik II NPC DIY 2023
Tim Yacaranda UGM Juara Umum Kompetisi Mobil Listrik Indonesia
Sabet 23 Medali, UGM Juara Umum 3 di Brawijaya University Karate Championship 2023
Dominasi Perolehan Medali, UGM Kembali Jadi Juara Umum PIMNAS 2023