Siswa berprestasi lainnya, Danish Riziq Khairan Siregar dari SMP As Shofa Pekanbaru, peraih medali perunggu IJSO, sangat bangga dan bersyukur bisa mendapatkan banyak pengalaman di IJSO.
Baca Juga: Mengenal Penyair Tomas Tranströmer, Kompleksitas Hubungan antara Pikiran dan Perasaan
“Berkat Kemendikbudristek dan Puspresnas saya bisa mendapatkan banyak pengalaman melalui IJSO. Saya dapat melatih kemampuan akademik di bidang sains sekaligus melatih kemampuan komunikasi saya dalam bahasa Inggris untuk berteman dengan pelajar lainnya dari seluruh dunia,” ungkapnya.
Tim Indonesia didampingi empat pembina selama berkompetisi di IJSO. Tim pendamping dari Indonesia yaitu Budhy Kurniawan dari Universitas Indonesia, Rahmat Wibowo dari Universitas Indonesia, Novitrian dari Institut Teknologi Bandung, dan Ahmad Ridwan dari Institut Teknologi Bandung.
International Junior Science Olympiad (IJSO) adalah ajang Olimpiade Sains untuk siswa-siswi Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang bertaraf internasional.
Baca Juga: Inilah yang Harus Disiapkan Menghadapi WAR Belanja Online 12 12!
Olimpiade Sains ini melingkupi kemampuan sains siswa-siswi SMP yang meliputi kemampuan teoritis yang bersifat individual dan kemampuan eksperimental sains yang bersifat kelompok atau tim dengan anggota tiga orang.
Kemampuan teoritis meliputi keterpaduan mata pelajaran Biologi, Fisika dan Kimia. Untuk kemampuan eksperimental meliputi kemampuan eksperimental Biologi, Fisika dan Kimia dan keterpaduan ketiga mata pelajaran tersebut. Tahun ini IJSO diikuti oleh 304 peserta dari 54 negara.***
Artikel Terkait
Tiga Pelajar dari MAN Insan Cendekia Gorontalo Raih Medali di Olimpiade Standar Internasional
Siswa Indonesia Raih Lima Medali dan Dua Penghargaan pada Ajang IOAA 2023 di Polandia
Inilah Para Pemenang Medali Emas OPSI 2023
Dominasi Perolehan Medali, UGM Kembali Jadi Juara Umum PIMNAS 2023
Tim Pelajar Indonesia Raih Juara Umum di Maia International Karate Open, Portugal