UGM Gandeng Leiden University Buka Program Double Degree Heritage Studies Prodi S2 Arkeologi

photo author
Setiyo Bardono, Tinemu
- Rabu, 27 Desember 2023 | 18:18 WIB
Penandatanganan MoU antara FIB UGM dengan The Faculty of Humanities Leiden University.  (Foto: FIB UGM)
Penandatanganan MoU antara FIB UGM dengan The Faculty of Humanities Leiden University. (Foto: FIB UGM)

TINEMU.COM - Departemen Arkeologi, Fakultas Ilmu Budaya, UGM sepakat melakukan kerja sama dengan The Faculty of Humanities Leiden University untuk membuka program double degree studi warisan budaya (Heritage Studies) pada Program Studi Magister Arkeologi UGM.

Program ini merupakan program Double Degree pertama pada pendidikan Arkeologi di Indonesia yang akan dimulai pada semester ganjil tahun akademik 2024/2025.

Kesepakatan kerja sama ditandai dengan penandatanganan MoU antara FIB UGM dengan The Faculty of Humanities Leiden University yang melibatkan International Institute of Asian Studies (IIAS).

Baca Juga: Kapan Jarum Jahit Dibuat? Bagaimana Manusia Dulu Menjahit Baju?

Penandatanganan nota kesepahaman kerja sama ini membuka pintu bagi mahasiswa di kedua belah pihak untuk memperdalam pemahaman mereka dalam bidang arkeologi khususnya dalam bidang studi warisan budaya (Heritage studies) dan meraih gelar ganda yakni MA in Heritage Studies dan MA in Critical Heritage Studies of Asia and Europe.

“Melalui program ini mahasiswa Prodi Magister Arkeologi UGM dapat berkuliah di Leiden University selama dua semester setelah menempuh pendidikan dua semester di UGM, dan begitu pula sebaliknya,” terang Kepala Prodi Magister Arkeologi UGM, Dr. Anggraeni, M.A.

Anggraeni mengatakan penandatanganan kerja sama ini dilakukan sebagai langkah strategis untuk memperkuat jejaring akademis dan riset internasional antara Program Studi Magister Arkeologi Universitas Gadjah Mada dan The Faculty of Humanities Leiden University.

Baca Juga: Kapan Pisau Cukur Mulai Dibuat dan Digunakan?

Selain itu juga sebagai usaha untuk meningkatkan kualitas pendidikan di kedua institusi.

“Melalui kerja sama ini, mahasiswa akan mendapatkan akses ke sumber daya dan jaringan riset yang lebih luas di kedua universitas. Hal itu membuka peluang yang lebih besar bagi mahasiswai di dunia kerja, baik nasional maupun internasional setelah menyelesaikan pendidikan,”jelasnya.

Program ini nantinya diharapankan dapat menghasilkan lulusan yang tidak hanya memiliki keunggulan akademis, tetapi juga pemahaman mendalam tentang keberagaman budaya dan kompleksitas arkeologi di tingkat global.

Baca Juga: Inilah Alasan Mengapa Film Dune : Part Two Layak Ditunggu di 2024!

Tujuan ini selaras dengan program SDGs ke-4 mengenai Quality Education yaitu mendorong kesempatan pendidikan berkualitas serta berkelanjutan, dan SDGs ke-17 yaitu Partnerships for the Goals mengenai penguatan relasi kemitraan global secara internasional.*** 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Setiyo Bardono

Sumber: Humas UGM

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Sourdough dari Beras Merah Segreng Handayani

Senin, 13 April 2026 | 09:43 WIB

Bisakah Video Profil Desa Dihargai Rp 0?

Senin, 30 Maret 2026 | 17:16 WIB

Takaran Saji Hidangan Manis Saat Lebaran

Senin, 16 Maret 2026 | 18:05 WIB

Pilihan Susu untuk Cukupi Gizi Anak di Bulan Puasa

Sabtu, 28 Februari 2026 | 16:22 WIB

Wajib Coba! 3 Kedai Inovatif Mahasiswa FEB UGM

Minggu, 22 Februari 2026 | 15:57 WIB
X