Mengenal Jusuf Kalla, Tokoh Kunci Perdamaian di Aceh

photo author
Dedy Tri Riyadi, Tinemu
- Kamis, 11 Januari 2024 | 10:34 WIB
Jusuf Kalla (Antara / Khaerul Izan)
Jusuf Kalla (Antara / Khaerul Izan)

TINEMU.COM - Jusuf Kalla, lahir pada 15 Mei 1942 di Watampone, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, adalah seorang tokoh politik dan pebisnis Indonesia yang telah memainkan peran penting dalam berbagai aspek kehidupan nasional.

Jusuf Kalla memiliki latar belakang keturunan Bugis yang kaya akan budaya dan tradisi.

Pendidikan tinggi Jusuf Kalla dimulai di Institut Teknologi Bandung (ITB), di mana ia belajar di Fakultas Teknik Mesin dan Dirgantara.

Setelah lulus, Kalla melanjutkan studi di luar negeri, tepatnya di Ball State University di Muncie, Indiana, Amerika Serikat, dan meraih gelar master di bidang Administrasi Bisnis pada tahun 1966.

Kalla memulai kariernya di dunia bisnis, terutama di bidang eksport-import dan perdagangan komoditas.

Baca Juga: Cerbung : Pahlawan Padang Gurun (305)

Keberhasilannya dalam dunia bisnis membuatnya menjadi pengusaha yang dihormati, dan ia menjadi Presiden Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN) pada tahun 1985.

Namun, panggilan politik tidak terelakkan bagi Kalla. Ia memulai karier politiknya sebagai Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) pada 1977, mewakili Golkar, partai politik yang didominasi oleh rezim Orde Baru pimpinan Soeharto.

Kalla kemudian menjabat sebagai Menteri Perindustrian dan Perdagangan pada tahun 1999-2000.

Puncak kariernya dalam pemerintahan datang pada periode 2004-2009 ketika ia menjabat sebagai Wakil Presiden Republik Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Baca Juga: Mengenal Eugenio María de Hostos, Menentang Penjajahan dengan Pendidikan

Sebagai Wakil Presiden, Kalla dikenal karena kepemimpinannya yang efektif dan kerja kerasnya untuk mengatasi berbagai masalah nasional, termasuk pemulihan ekonomi pasca-krisis keuangan Asia.

Selama masa jabatannya sebagai Wakil Presiden Republik Indonesia (2004-2009), Jusuf Kalla aktif memainkan peran kunci dalam mencapai kesepakatan damai antara Pemerintah Indonesia dan Gerakan Aceh Merdeka (GAM).

Konflik di Aceh telah berlangsung selama beberapa dekade dan telah menelan banyak korban jiwa serta merusak pembangunan di wilayah tersebut.

Pada tahun 2005, Kalla memimpin perundingan damai di Helsinki, Finlandia, yang akhirnya menghasilkan kesepakatan damai yang dikenal sebagai Memorandum of Understanding (MoU) Helsinki.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Dedy Tri Riyadi

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Sourdough dari Beras Merah Segreng Handayani

Senin, 13 April 2026 | 09:43 WIB

Bisakah Video Profil Desa Dihargai Rp 0?

Senin, 30 Maret 2026 | 17:16 WIB

Takaran Saji Hidangan Manis Saat Lebaran

Senin, 16 Maret 2026 | 18:05 WIB

Pilihan Susu untuk Cukupi Gizi Anak di Bulan Puasa

Sabtu, 28 Februari 2026 | 16:22 WIB

Wajib Coba! 3 Kedai Inovatif Mahasiswa FEB UGM

Minggu, 22 Februari 2026 | 15:57 WIB
X