TINEMU.COM - Ananda Sukarlan ternyata pengagum Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok. Hal ini terungkap dari satu karyanya yang diberi judul "Tiada lagi Tjahaja Purnama Di Atas Jakarta" atau dalam bahasa Inggris "No More Moonlight Over Jakarta."
Karya Ananda Sukarlan tersebut sebenarnya memiliki latar belakang yang cukup kompleks. Dibuat pada tahun 2018 atas permintaan dari Yael Weiss untuk konsernya di Eropa, Amerika, Korea, dan Jepang.
Baca Juga: Kompetisi Piano Nusantara Plus Ananda Sukarlan Digelar Kembali
Yael Weiss membeli karya tersebut dari Ananda Sukarlan dengan syarat adalah sebuah karya yang berhubungan dengan Sonata karya komponis Jerman Ludwig van Beethoven yang pada tahun 2020 merayakan ulang tahun ke 250, namun karya tersebut juga harus menggambarkan atau berhubungan dengan situasi kekinian.
Ananda Sukarlan, yang memiliki gelar kesatriaan tertinggi dari Kerajaan Spanyol, Real Orden de Isabel la Catolica, kemudian mengolah atau dalam bahasanya "merusak" Moonlight Sonata karya Beethoven dan menghubungkannya dengan "Tjahaja Purnama" yang menurut pandangannya tengah dizalimi saat itu. Soal "perusakan" terhadap Moonlight Sonata dijelaskan oleh Yael Weiss dalam videonya di YouTube.
Baca Juga: Film 'Agak Laen' Tayang di Amerika Serikat
Karya Ananda Sukarlan berjudul "No More Moonlight Over Jakarta" yang dimainkan oleh Yael Weiss disambut positif. Hal ini dibuktikan dengan adanya sponsor dan penjualan tiket konser Yeil Weiss yang bagus sejak pertunjukan perdananya di Changwon International Music Festival, Korea Selatan ke berbagai gedung konser di seluruh dunia termasuk Jepang, negara-negara Eropa, Canada dan Carnegie Hall di New York.
Menurut Ananda Sukarlan, investasi Yael Weiss akan karyanya telah menangguk keuntungan. Selain dari materi yang didapat, karya Ananda Sukarlan yang dibawakan oleh Yael Weiss saat World Premier di Changwon, Korea Selatan juga mendapatkan perhatian luas hingga mendapat banyak liputan.
Baca Juga: Yura Yunita Nyanyikan Lagu OST Glenn Fredly
Setelah melanglang buana, karya "No More Moonlight Over Jakarta" kini bisa didengarkan di Indonesia karena karya tersebut menjadi salah satu karya pilihan yang akan dimainkan oleh para peserta Kompetisi Piano Nusantara Plus yang akan diselenggarakan di berbagai kota di Indonesia mulai akhir Agustus nanti.
Uniknya, Ananda Sukarlan sendiri sebagai penciptanya belum pernah memainkan karya ini di Indonesia dalam pagelaran apapun. Padahal, karya ini akan dijadikan karya pilihan bagi para peserta yang juga harus memainkan repertoire musik klasik dunia seperti karya Johann Sebastian Bach, Wolfgang Amadeus Mozart atau Peter I. Tchaikovsky.
Baca Juga: Vidi Kolaborasi dengan Penyanyi Asia dan Amerika
Kompetisi Piano Nusantara Plus ini akan dilangsungkan di Bogor (25 Agustus), Bandung (1 September), Medan (8 September), Tangerang (15 September), Bekasi – Cikarang (29 September), Depok (6 Oktober), Palembang (26 – 27 Oktober), dan Jakarta (8 Desember).
Bertindak sebagai juri, selain Ananda Sukarlan sebagai Ketua Dewan Juri akan ada juga pemusik klasik terbaik Indonesia seperti Dr. Edith Widayani, Dr. Christine Utomo dan Master of Music lulusan Juilliard School of Music di New York, Randy Ryan.
Baca Juga: PeaceSantren Perdana Digelar di Azziyadah, Ribuan Santri Serukan Perdamaian Bersama GIGI
Artikel Terkait
Mendadak Kaya, Pagelaran Opera Double Tribute Persembahan Ananda Sukarlan
Opera Komedi "Mendadak Kaya" kolaborasi Ananda Sukarlan dan Putu Wijaya
Kompetisi Piano Nusantara Plus Ananda Sukarlan Digelar Kembali