Gateways Study Visit Indonesia 2024: Teknologi Perkuat Ekosistem Pendidikan

photo author
Setiyo Bardono, Tinemu
- Minggu, 6 Oktober 2024 | 11:31 WIB
Gateways Study Visit Indonesia 2024,  upaya Indonesia memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan kualitas ekosistem pendidikan. (kemdikbud.go.id)
Gateways Study Visit Indonesia 2024, upaya Indonesia memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan kualitas ekosistem pendidikan. (kemdikbud.go.id)

TINEMU.COM - Mewujudkan transformasi pendidikan bagi lebih dari 60 juta murid di Indonesia memerlukan kolaborasi erat antara pemerintah pusat, 552 pemerintah daerah, 437.334 sekolah, serta dedikasi dari 4 juta guru.

Melalui acara Gateways Study Visit Indonesia 2024 yang bertema "Lebih dari Intervensi Teknologi: Menavigasi Transformasi Pendidikan Indonesia," Indonesia menunjukkan langkah signifikan dalam memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan kualitas sistem sekolah, manajemen pendidikan, dan proses pembelajaran.

Dalam sesi konferensi pers, Direktur Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah (Dirjen PDM), Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), Iwan Syahril pun turut menyampaikan syukur atas apresiasi dari dunia internasional terkait langkah transformatif yang telah dilakukan Indonesia.

Baca Juga: Kirsten Dunst dan Channing Tatum Siap Adu Akting dalam Film 'Roofman'

Iwan merasa bangga dan terhormat karena Indonesia ditunjuk sebagai tuan rumah oleh Gateways Study Visit oleh UNESCO dan UNICEF. Ia menyebut, Indonesia dinilai memiliki praktik baik yang bisa menjadi pembelajaran bagi negara-negara lain.

Selain itu, apresiasi juga diberikan oleh Organization for Economic Co-Operation and Development (OECD) di mana Indonesia didapuk menjadi pemimpin untuk pelaksanaan transformasi digital.

“Saya harap intervensi teknologi yang kami inisiasi di balik layar, dengan membuat ekosistem teknologi pendidikan untuk memudahkan kerja pengajaran hingga administrasi oleh guru dan kepala sekolah, dapat menginspirasi untuk diterapkan di tingkat global,” ujarnya di Sanur, Bali, Kamis, 3 Oktober 2024.

Baca Juga: Sebelum Manggung, Boy Story Kejutkan Fans dengan Jalan-Jalan ke Mal Jakarta

Menyambung paparan itu, Gateways Lead UNESCO Mark West menggarisbawahi tentang hal-hal yang dapat dilakukan teknologi untuk pendidikan, di mana dalam konteks Indonesia, prioritasnya untuk memudahkan kinerja para aktor pendidikan.

Dengan demikian, mereka memiliki lebih banyak waktu untuk mendorong interaksi dan pembelajaran berkualitas di ruang kelas.

Menurutnya, UNESCO dan UNICEF dalam mendorong publik untuk belajar secara digital karena di beberapa tempat, pemelajar tidak bisa menemukan materi dan konten edukasi yang memadai.

Baca Juga: Visinema Segera Rilis Film Horor 'Wanita Ahli Neraka'

“Maka teknologi jadi pendukung ekosistem pendidikan yang berkualitas. Tantangan ini dapat berbeda di tiap negara, dan pemerintah pun memiliki visi misi yang lebih sesuai untuk tantangan pendidikan di negaranya,” ujarnya.

Mark menambahkan, di Indonesia, teknologi digunakan untuk membantu para aktor pendidikan menyelenggarakan proses pembelajaran dengan yang berpusat pada interaksi murid. Pendekatan ini juga yang dipercaya menjadi tren di masa depan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Setiyo Bardono

Sumber: kemdikbud.go.id

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Sourdough dari Beras Merah Segreng Handayani

Senin, 13 April 2026 | 09:43 WIB

Bisakah Video Profil Desa Dihargai Rp 0?

Senin, 30 Maret 2026 | 17:16 WIB

Takaran Saji Hidangan Manis Saat Lebaran

Senin, 16 Maret 2026 | 18:05 WIB

Pilihan Susu untuk Cukupi Gizi Anak di Bulan Puasa

Sabtu, 28 Februari 2026 | 16:22 WIB

Wajib Coba! 3 Kedai Inovatif Mahasiswa FEB UGM

Minggu, 22 Februari 2026 | 15:57 WIB
X