Syafika mengungkapkan tantangan terbesar baginya adalah saat awal masuk kuliah harus menyesuaikan diri dengan ritme baru serta memahami artikel dan tulisan ilmiah. Pasalnya, program MSc dirancang untuk riset sehingga ia harus lebih mendekatkan diri dengan literatur ilmiah.
Namun, berkat tekad yang kuat dan dukungan dari lingkungan akademik yang kondusif ia mampu melewati tantangan ini dengan baik.
Baca Juga: Electric Bird Perkenalkan Single sekaligus Formasi baru
Belajar di FEB memberikan pengalaman yang cukup berharga bagi Syafika. Salah satu nilai yang sangat ia rasakan adalah kebebasan akademik yang memberikan banyak insight baru baginya.
“Di FEB saya bisa mengeksplor banyak hal yang tidak saya dapatkan saat studi sebelumnya. Kebebasan dalam berakademik ini juga membuat saya mendapatkan banyak sekali insight baru,” jelasnya.
Di bidang konsentrasi pemasaran, Syafika juga diajari ketrampilan data analytics berbasis Artificial Intelligence (AI) dengan menggunakan Python guna menjalankan algoritma machine learning dan natural language processing.
Baca Juga: KAI Expo 2024 Digelar di Surabaya dan Jakarta, Ada Diskon Tiket Kereta Hingga 70%
Integrasi materi AI dalam kurikulum akan mempersiapkan lulusan menjadi peneliti, atau analis data yang inovatif dan efektif di era digital karena bisa mengolah data dalam skala besar dengan tipe beragam secara lebih cepat namun akurat.
Lulusan dengan ketrampilan data analytics berbasis AI sangat dicari di berbagai industri yang saat ini semakin data-driven. Mereka akan lebih kompetitif di pasar tenaga kerja dan memiliki peluang karir yang jauh lebih baik.
Tips Lancar S2
Syafika turut membagikan tips dan trik yang diterapkan selama menjalani kuliah. Menurutnya, mahasiswa harus memiliki pola pikir yang positif saat menjalani studi dan fokus pada materi yang disukai.
Baca Juga: Art Love U Fest 2024, Tsunami Seni Rupa di Jakarta Design Center
Selain itu jangan pernah merasa bahwa belajar adalah sebagai sebuah beban, tetapi sebagai kebutuhan.
“Jangan lupa untuk memanfaatkan setiap kesempatan yang sesuai dengan passion kalian, karena FEB UGM selalu memberikan banyak peluang bagi mahasiswanya,” ungkapnya.
Selama menjalani kuliah Syafiqa aktif terlibat dalam berbagai proyek dan kegiatan di kampus. Salah satu pengalaman paling berkesan adalah saat ia menjadi duta akreditasi AACSB tahun 2024, sebuah pencapaian besar yang turut berkontribusi dalam mempertahankan akreditasi AACSB dan LAMEMBA FEB UGM.
Artikel Terkait
Alumni SMK dan Mahasiswa Vokasi Raih Lima Medali di World Skills Competition 2024
Tim Mahasiswa FEB UGM Raih Juara 2 Sharia Essay Competition di SEHATI 2024
Jaga Kesehatan Mental Mahasiswa, FEB UGM Sediakan Layanan Konseling Psikologis
Keren! FEB UGM Hadirkan Klinik Tugas Akhir Bagi Mahasiswa
FEB UGM Sediakan Sarapan Gratis Bagi Mahasiswa Selama Ujian Semester