Inilah Tips Mengelola Keuangan untuk Generasi Z

photo author
Setiyo Bardono, Tinemu
- Kamis, 16 Januari 2025 | 21:14 WIB
Ilustrasi pengelolaan keuangan. (Pixabay.com/stevepb)
Ilustrasi pengelolaan keuangan. (Pixabay.com/stevepb)

TINEMU.COM - Mengelola keuangan secara bijak menjadi tantangan besar yang dihadapi generasi Z atau Gen Z. Generasi ini tumbuh di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital yang menawarkan banyak kemudahan layanan finansial seperti paylater dan pinjaman online (pinjol).

Lantas bagaimana cara agar Gen Z dapat mengatur keuangan dengan baik?

Pengamat Perbankan, Keuangan, dan Investasi sekaligus Dosen Prodi Manajemen FEB UGM, I Wayan Nuka Lantara menyebutkan Gen Z perlu mengelola keuangan secara benar melalui perencanaan keuangan dengan menentukan tujuan jangka pendek maupun jangka panjang.

Baca Juga: Edu Wisata Lontar Sewu Tawarkan Nuansa Alam Khas Pedesaan

Menurutnya, dua hal penting yang perlu diatur adalah mengatur pemasukan dan pengeluaran.

"Kemampuan seseorang untuk dapat menyiapkan masa depan ditentukan dari kemampuannya untuk saving atau investasi," jelas Wayan pada Kamis, 16 Januari 2025 di FEB UGM.

Wayan menjelaskan untuk mendapatkan saving yang positif untuk investasi maka perlu meningkatkan pendapatan dan menekan pengeluaran. Selain itu, diperlukan kedisiplinan untuk tidak terlalu konsumtif dengan belajar menyusun skala prioritas kebutuhan.

Baca Juga: Nyoman Paul Kisahkan Arti Sahabat di Lagu Terbarunya

"Penting untuk memilah-milah mana yang kebutuhan dan mana yang hanya sekadar keinginan,” tegasnya.

Fenomena yang saat ini sedang marak yakni Fear of Missing Out (FOMO), lanjut Wayan, semakin mendorong Gen Z untuk bertindak konsumtif. Kebiasaan ini biasanya lebih kepada pemenuhan keinginan daripada kebutuhan.

“Apabila dilakukan dengan penuh kesadaran, maka akan mendorong mereka menggunakan sumber eksternal seperti paylater, pinjaman online, bahkan judi online,” jelasnya.

Baca Juga: Arumtala 'Gagal Diet' dalam Single Terbarunya

Wayan menambahkan bahwa pembagian jenis dana dan alokasinya juga penting dilakukan. Misalnya, dana untuk transaksi, investasi, dan dana darurat.

"Alokasikan dana darurat berapa persen, investasi berapa persen, dan sisanya untuk konsumsi,” jelasnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Setiyo Bardono

Sumber: Humas FEB UGM

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Sourdough dari Beras Merah Segreng Handayani

Senin, 13 April 2026 | 09:43 WIB

Bisakah Video Profil Desa Dihargai Rp 0?

Senin, 30 Maret 2026 | 17:16 WIB

Takaran Saji Hidangan Manis Saat Lebaran

Senin, 16 Maret 2026 | 18:05 WIB

Pilihan Susu untuk Cukupi Gizi Anak di Bulan Puasa

Sabtu, 28 Februari 2026 | 16:22 WIB

Wajib Coba! 3 Kedai Inovatif Mahasiswa FEB UGM

Minggu, 22 Februari 2026 | 15:57 WIB
X