Serangan Siber Marak Terjadi, Ini Tips Perkuat Keamanan Media Sosial

photo author
Setiyo Bardono, Tinemu
- Kamis, 23 Januari 2025 | 06:18 WIB
Ilustrasi penggunaan media sosial (Pixabay.com/geralt)
Ilustrasi penggunaan media sosial (Pixabay.com/geralt)

TINEMU.COM - Menjaga keamanan media sosial menjadi hal yang sangat penting terlebih di era digital. Dengan maraknya kasus pencurian data hingga peretasan akun, pengguna media sosial dituntut lebih waspada.

Pakar Teknologi Informasi UGM, Prof. Ridi Ferdiana menyebutkan kelalaian pengguna atau social engineering menjadi ancaman utama keamanan media sosial termasuk di UGM. Kelalaian yang sering terjadi seperti kata sandi yang jarang diganti, menggunakan kata sandi yang lemah, atau tidak memperbarui browser secara berkala.

Faktor tersebut menjadi masalah utama yang dapat menyebabkan akun media sosial mudah diretas, khususnya browser yang sering kali menjadi pintu masuk serangan siber karena menyimpan cookies yang berisi informasi pengguna.

Baca Juga: Konser Super Diva Tampilkan 44 Lagu, Bikin Pecah Indonesia Arena Senayan!

“Untuk saat ini, di lingkungan UGM, titik terlemah kita ada di SSO UGM karena pasti 99% pengguna menggunakan fitur remember password sehingga perlu diganti secara berkala atau meng-update browser secara berkala juga,” jelasnya.

Untuk menghindari serangan siber, Ridi menyarankan agar pengguna lebih berhati-hati dalam mengelola akun.

Beberapa langkah pencegahan yang perlu diperhatikan adalah tidak merespon saat terdapat permintaan pengaturan ulang kata sandi yang mencurigakan, tidak memberikan informasi pribadi sembarangan, dan menghindari klik lampiran mencurigakan. Selain itu, pastikan untuk menggunakan autentikasi dua langkah.

Baca Juga: Iko Uwais Perkenalkan Uwais Pictures, Langsung Siap Rilis Dua Film Sekaligus

“Gunakan kata sandi yang kuat, yaitu dengan menggunakan kombinasi huruf besar, huruf kecil, angka, dan simbol,” imbuhnya.

Di era masifnya perkembangan kecerdasan buatan atau AI, pengguna media sosial juga dapat memanfaatkan AI untuk mendeteksi kelemahan dari sistem keamanan dan memperbaikinya.

Namun, AI juga dapat digunakan hacker untuk melancarkan serangan siber tingkat tinggi. Karena itu, Ridi menyarankan agar para pengguna dapat belajar dari serangan siber terdahulu dan segera mengidentifikasi kelemahan yang perlu diperbaiki.

Baca Juga: Jubilee Marisa Merilis Lagu 'Sendiri' Bernuansa Pop Lawas

Untuk memastikan keamanan ganda, pengguna dapat menggunakan bantuan aplikasi pihak ketiga, seperti Darktrace, Cylance, dan SentinelOne.

Ridi juga memberikan tips khusus dalam mengelola keamanan akun media sosial. Pertama, melakukan streamlining media sosial untuk kebutuhan yang berbeda-beda. Kemudian, menjadwalkan posting konten secara reguler agar mudah mengidentifikasi adanya hijacking, serta mengelola media sosial organisasi secara terpusat.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Setiyo Bardono

Sumber: Humas FEB UGM

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Sourdough dari Beras Merah Segreng Handayani

Senin, 13 April 2026 | 09:43 WIB

Bisakah Video Profil Desa Dihargai Rp 0?

Senin, 30 Maret 2026 | 17:16 WIB

Takaran Saji Hidangan Manis Saat Lebaran

Senin, 16 Maret 2026 | 18:05 WIB

Pilihan Susu untuk Cukupi Gizi Anak di Bulan Puasa

Sabtu, 28 Februari 2026 | 16:22 WIB

Wajib Coba! 3 Kedai Inovatif Mahasiswa FEB UGM

Minggu, 22 Februari 2026 | 15:57 WIB
X