Pram di Jalan Bahasa Indonesia

photo author
Dedy Tri Riyadi, Tinemu
- Kamis, 30 Januari 2025 | 17:20 WIB
Ilustrasi Orang Menulis dengan Mesin Tik (Grok)
Ilustrasi Orang Menulis dengan Mesin Tik (Grok)

Pram mengetahui nasib bahasa Indonesia. Pada 1954, Pram menulis: “Perkembangan bahasa di waktu akhir-akhir ini nampak tidak dapat mempertahankan kegiatannja lagi seperti di tahun-tahun setelah penjerahan kedaulatan. Banjak orang jang membiarkan kesendatan perkembangan itu dengan sikap masa bodoh dengan tidak mengingat bahwa akibat dari kelambanan ini akan meninggalkan bekas jang tidak menjenangkan berpuluh-puluh tahun lamanja, dan akan lebih dahsjat menghalangi kemadjuan kerohanian pada umumnja.”

Pram tetap menghendaki bahasa Indonesia menguatkan revolusi. Penggunaan bahasa Indonesia dalam beragam tulisan masa 1950-an justru menampilkan kekacauan dan kebingungan.

Kaum berilmu biasa mencibir keterbatasan bahasa Indonesia. Para pengarang menganggap tak ada kewajiban patuh kaidah-kaidah berbahasa Indonesia dalam tulisan.

Baca Juga: Inilah 5 Destinasi Seru untuk Rayakan Imlek

Pram bertumbuh dan rajin menggubah cerita-cerita saat lakon bahasa Indonesia gampang diratapi dan mendapat serangan “omong kosong” dari pelbagai pihak.

Pada masa berbeda, para pembaca tulisan-tulisan Pram di pelbagai majalah lama dan buku-buku terbitan masa lalu mengetahui kesanggupan penggunaan ejaan dan mengokohkan bahasa Indonesia.

Buku-buku terbit pada masa Orde Baru lazim menerapkan EYD. Masalah ejaan dalam buku-buku Pram (lama dan baru) kadang menimbulkan “gosip” di kalangan kolektor.

Konon, mereka menggemari edisi-edisi lama meski terbitan Bumi Manusia berada dalam ketentuan EYD. Kini, kita mengenang Pram mengikutkan masalah ejaan dan selera bahasa berdasarkan masa-masa berbeda. Begitu.**

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Dedy Tri Riyadi

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Sourdough dari Beras Merah Segreng Handayani

Senin, 13 April 2026 | 09:43 WIB

Bisakah Video Profil Desa Dihargai Rp 0?

Senin, 30 Maret 2026 | 17:16 WIB

Takaran Saji Hidangan Manis Saat Lebaran

Senin, 16 Maret 2026 | 18:05 WIB

Pilihan Susu untuk Cukupi Gizi Anak di Bulan Puasa

Sabtu, 28 Februari 2026 | 16:22 WIB

Wajib Coba! 3 Kedai Inovatif Mahasiswa FEB UGM

Minggu, 22 Februari 2026 | 15:57 WIB
X