Kok Bisa Sih, Plastik Jadi Bahan Bakar?

photo author
Dedy Tri Riyadi, Tinemu
- Kamis, 28 Agustus 2025 | 22:00 WIB
Proses pengisian bahan bakar pada lokomotif  kereta api. (kai.id)
Proses pengisian bahan bakar pada lokomotif kereta api. (kai.id)

TINEMU.COM - Plastik adalah salah satu penemuan besar abad ke-20, namun juga menjadi sumber masalah lingkungan.

Setiap tahun, lebih dari 350 juta ton plastik diproduksi di seluruh dunia, dan sebagian besar berakhir sebagai limbah yang sulit terurai secara alami.

Para ilmuwan kini mencari solusi dengan memanfaatkan kembali plastik, salah satunya dengan mengubahnya menjadi bahan bakar.

Kok bisa sih plastik jadi bahan bakar? 

Secara kimia, plastik tersusun dari hidrokarbon, sama seperti minyak bumi yang menjadi bahan baku utamanya.

Hidrokarbon adalah rantai atom karbon dan hidrogen yang juga menyusun bensin, solar, dan gas.

Karena itulah, dengan teknologi yang tepat, plastik bisa diurai kembali menjadi bentuk bahan bakar.

Lalu teknologi apa saja yang digunakan untuk melakukan konversi plastik menjadi bahan bakar?

Yang pertama, ada cara yang disebut sebagai pirolisis. Dalam proses ini, plastik dipanaskan pada suhu 300–600 °C tanpa oksigen.

Plastik tidak terbakar, tetapi terurai menjadi gas dan cairan minyak (dikenal sebagai pyrolysis oil).

Minyak ini dapat disuling lebih lanjut menjadi bensin atau solar. Penelitian oleh Al-Salem et al. (2017, Waste Management) menunjukkan pirolisis mampu mengubah berbagai jenis plastik, terutama polietilen (PE) dan polipropilen (PP), menjadi bahan bakar cair dengan efisiensi tinggi.

Yang kedua, adalah gasifikasi. Jika plastik dipanaskan dengan jumlah oksigen terbatas, terbentuk gas sintesis (syngas) yang terdiri dari karbon monoksida (CO) dan hidrogen (H₂).

Gas ini bisa dimanfaatkan untuk pembangkit listrik atau diolah menjadi bahan bakar cair. Studi dalam Renewable and Sustainable Energy Reviews (Lopez et al., 2017) menyebutkan gasifikasi sebagai teknologi potensial untuk limbah plastik campuran.

Yang terakhir adalah Hydrocracking. Teknologi ini menggunakan hidrogen dan katalis pada suhu tinggi untuk menghasilkan bahan bakar cair yang lebih bersih dan stabil.

Penelitian Williams & Slaney (2007, Energy & Fuels) menunjukkan hydrocracking plastik dapat menghasilkan solar dengan kualitas baik.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Dedy Tri Riyadi

Tags

Rekomendasi

Terkini

Sourdough dari Beras Merah Segreng Handayani

Senin, 13 April 2026 | 09:43 WIB

Bisakah Video Profil Desa Dihargai Rp 0?

Senin, 30 Maret 2026 | 17:16 WIB

Takaran Saji Hidangan Manis Saat Lebaran

Senin, 16 Maret 2026 | 18:05 WIB

Pilihan Susu untuk Cukupi Gizi Anak di Bulan Puasa

Sabtu, 28 Februari 2026 | 16:22 WIB

Wajib Coba! 3 Kedai Inovatif Mahasiswa FEB UGM

Minggu, 22 Februari 2026 | 15:57 WIB
X