Inilah 3 Pesan Kunci Memajukan Pendidikan dari Rakernas LPTNU

photo author
Setiyo Bardono, Tinemu
- Sabtu, 11 Maret 2023 | 09:43 WIB
Ada tiga pesan kunci untuk kemajuan pendidikan, dari Rakernas LPTNU (Rapat Kerja Nasional Lembaga Pendidikan Tinggi Nahdlatul Ulama) (Sevima)
Ada tiga pesan kunci untuk kemajuan pendidikan, dari Rakernas LPTNU (Rapat Kerja Nasional Lembaga Pendidikan Tinggi Nahdlatul Ulama) (Sevima)

TINEMU.COM - Beragam peluang dan tantangan untuk memajukan pendidikan, dibahas dan dicari solusinya dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Lembaga Pendidikan Tinggi Nahdlatul Ulama (LPTNU).

Acara yang digelar oleh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) pada 8 – 10 Maret 2023 di Medan ini mengusung tema 'Merawat Jagat, Membangun Peradaban dengan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi'.

Menteri Pendidikan Nadiem Makarim menyebutkan, dengan ratusan juta kader dan santri NU yang tersebar di seluruh Indonesia, masalah pendidikan negeri ini bisa diselesaikan bersama-sama.

Baca Juga: AI-Powered Face Recognition dari DAV Solusi Transformasi Bisnis Retail Lebih Efektif dan Efisien

Ada tiga pesan kunci untuk kemajuan pendidikan, dari Rakernas LPTNU yang dihadiri 1.000 pimpinan, guru besar, dan civitas akademika NU se-Indonesia.

1. Kampus Perlu Jalin Hubungan dengan Dunia Usaha atau Industri

Wakil Presiden Ma'ruf Amin mendorong Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama untuk mengembangkan hubungan dan kemitraan dengan dunia usaha atau industri. Agar keduanya dapat maju bersama dengan mengembangkan sumber daya dan potensi lokal di tiap-tiap daerah lokasi PTNU.

Senada, Menteri Sekretaris Negara Pratikno juga menyebutkan bahwa kolaborasi dengan dunia usaha atau industri, akan mengakselerasi pengembangan Perguruan Tinggi NU.

Baca Juga: INKA Tanda Tangani Kontrak Pengadaan Kereta dengan KAI dan KAI Commuter

Karena keuangan negara maupun lembaga NU pastinya terbatas jika dibandingkan kebutuhan pendidikan yang sangat besar.

"Menjadi rektor itu manajer, bukan scholar (urusan akademik), dan harus memikirkan uangnya (untuk pengembangan pendidikan tinggi) itu dari mana. Ini tidak bisa didekati (diselesaikan) dengan cara-cara yang biasa. Mau tidak mau harus konsolidasi (hubungan dunia usaha atau industri dengan kampus)!," ungkap Pratikno.

2. Manfaatkan Jutaan Santri dan Diaspora Nahdlatul Ulama

Menteri Sekretaris Negara Pratikno mengatakan bahwa ada jutaan santri Nahdlatul Ulama tersebar di dalam bahkan di luar negeri sebagai diaspora. Mereka sudah puluhan tahun berpengalaman di dunia pendidikan tinggi, serta memiliki peringkat penelitian (h-index) yang unggul.

Baca Juga: Presiden Jokowi Resmikan Tambak Udang Seluas 60 Hektare di Kebumen

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Setiyo Bardono

Sumber: SEVIMA

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Sourdough dari Beras Merah Segreng Handayani

Senin, 13 April 2026 | 09:43 WIB

Bisakah Video Profil Desa Dihargai Rp 0?

Senin, 30 Maret 2026 | 17:16 WIB

Takaran Saji Hidangan Manis Saat Lebaran

Senin, 16 Maret 2026 | 18:05 WIB

Pilihan Susu untuk Cukupi Gizi Anak di Bulan Puasa

Sabtu, 28 Februari 2026 | 16:22 WIB

Wajib Coba! 3 Kedai Inovatif Mahasiswa FEB UGM

Minggu, 22 Februari 2026 | 15:57 WIB
X