Fitur Ruang Praktik Digital pada SIDEK-Edu juga memungkinkan mahasiswa untuk menggantikan praktik berbasis kertas dengan sistem berbasis digital yang lebih efisien. Dengan ini, pembelajaran akuntansi menjadi lebih modern dan ramah lingkungan.
Baca Juga: Lightcraft Rilis Single Baru Setelah Tur dari Jepang
“SIDEK Edu seperti gabungan antara Google Classroom dengan software akuntansi. Tidak perlu lagi menggunakan kertas karena semuanya sudah digital,” lanjut Sony.
Saat ini, SIDEK-Edu sudah diimplementasikan oleh lebih dari 20 SMK dan 2 universitas di berbagai wilayah Sumatra dan Jawa. Beberapa diantaranya Universitas Gadjah Mada, Universitas Pasir Pengaraian, SMK Dr. Soetomo Surabaya, SMK Negeri 1 Pengasih, SMK 1 Tamtama Sidareja, SMK Negeri 1 Terbanggi Besar, SMK Negeri 1 Seputih Surabaya, dan SMK Negeri 1 Metro.
“SIDEK-Edu telah digunakan untuk mendukung pendidikan akuntansi dan memberikan literasi keuangan untuk siswa SMK di daerah tertinggal. Salah yang telah dilakukan adalah pelatihan intensif akuntansi, keuangan lembaga dan komputer akuntansi bagi siswa SMK N 1 Teluk Bintuni, Papua Barat pada bulan Juli 2024 lalu,” imbuh Koordinator Pusat Kajian Akuntansi Pendidikan (PKAP) FEB UGM, Arika Artiningsih, Ph.D.
Baca Juga: Membicarakan Masa Depan Dunia Fesyen di Sustainability Fashion Fest 2024
Arika menyampaikan aplikasi SIDEK-Edu juga telah digunakan untuk kegiatan olimpiade akuntansi online se-provinsi Lampung yang diikuti lebih dr 70 SMK. Selain itu, aplikasi ini juga digunakan dalam olimpiade akuntansi di level universitas dan nasional yaitu National Accounting Olympiad yang diadakan oleh Ikatan Mahasiswa Akuntansi Gadjah Mada (Imagama).
Dengan berbagai fitur unggulannya, SIDEK-Edu diharapkan dapat terus berkembang dan digunakan oleh seluruh kalangan terutama di dunia pendidikan akuntansi di Indonesia. Inovasi ini menjadi bukti bahwa integrasi teknologi dapat memberikan dampak positif untuk memajukan pendidikan dan sumber daya manusia.***