TINEMU.COM - Program Studi (prodi) Akuntansi merupakan salah satu prodi yang cukup diminati oleh calon mahasiswa yang ingin masuk ke Universitas Gadjah Mada (UGM).
Bahkan di setiap tahun, Prodi Akuntansi selalu masuk dalam jajaran lima besar prodi dalam klaster sosial humaniora yang diperebutkan calon mahasiswa baru UGM.
Prodi Akuntansi memiliki tingkat selektivitas yang tinggi dengan acceptance rate mencapai 4 persen pada tahun 2023.
Baca Juga: Bunga Bangkai Mekar di Kebun Raya Cibodas, Tingginya Lebih Dari 3 Meter
Pada tahun tersebut jumlah pendaftar cukup besar yakni 5.620 orang, selektivitas prodi ini cukup tinggi mencapai 1:33. Artinya hanya ada satu pendaftar yang diterima dari setiap 33 pendaftar.
Ingin tahu kenapa Prodi Akuntansi ini begitu istimewa? Prodi Akuntansi merupakan salah satu dari tiga prodi yang ada di Fakultas Ekonomika dan Bisnis UGM yang reputasi akademiknya kuat serta mampu menjaga kualitas pendidikan secara berkelanjutan.
Hal ini dibuktikan dengan raihan akreditasi Unggul dari Lembaga Akreditasi Mandiri Ekonomi Manajemen Bisnis dan Akuntansi (LAMEMBA).
Baca Juga: Navicula dan Endah N Rhesa Rilis Single 'Segara Gunung' di New York
Selain terakreditasi di tingkat nasional, Prodi Akuntansi menjadi salah satu prodi di FEB UGM yang masuk dalam lingkup terakreditasi oleh The Association to Advance Collegiate Schools of Business (AACSB).
Prodi Akuntansi FEB UGM ini juga memiliki keunikan dengan menghadirkan aspek artificial intelligence (AI) dan sistem informasi dalam kurikulum pendidikannya. Langkah ini diambil sebagai bentuk respon terhadap kebutuhan zaman yang terus berkembang.
“Dengan memasukan aspek teknologi informasi dan ke depan juga akan mempertimbangkan masuknya AI ke dalam kurikulum ini kami ingin nantinya lulusan bisa terus relevan dengan kebutuhan dunia bisnis saat ini yang menghadapi tantangan besar akibat disrupsi,” tutur Kepala Prodi Akuntansi FEB UGM, Vogy Gautama Buanaputra pada Rabu, 17 April 2024 di FEB UGM.
Baca Juga: Nonton Siksa Kubur atau Badarawuhi, Nih?
Vogy mengatakan perkembangan teknologi informasi, terutama kecerdasan buatan dan sistem informasi telah mengubah lanskap dunia kerja di berbagai sektor, termasuk dunia akuntansi.
Kemajuan teknologi telah mengubah cara kerja bidang akuntansi, hadirnya AI dapat mengotomatisasi dan secara signifikan mempermudah pekerjaan-pekerjaan akuntansi yang sebelumnya dilakukan murni oleh manusia.
Artikel Terkait
Terinspirasi Tari Cangget, Tim Canggate UGM Juara Sayembara Desain Gerbang Kampus Unila
Tim Gasbadra UGM Kembangkan Sepeda Motor Listrik Dengan TKDN 57,42%
Psikolog UGM Bagikan Tiga Langkah Agar Lebih Produktif di Tahun Baru
Petisi Bulaksumur: Kritik Sivitas Akademik UGM untuk Presiden Joko Widodo
UGM Terima 2.821 Calon Mahasiswa Baru Jalur SNBP