Program ini bertujuan memfasilitasi mahasiswa jenjang sarjana dengan kemampuan akademik yang baik dan memiliki komitmen tinggi menyelesaikan studi tepat waktu untuk melanjutkan studi di Prodi Magister Sains Akuntansi FEB UGM.
Program Fast Track dapat diikuti oleh mahasiswa S1 Akuntansi FEB UGM semester 7 atau semester 8 yang tengah melaksanakan atau merencanakan tugas akhir dan memenuhi kualifikasi untuk langsung melanjutkan ke jenjang Magister Sains.
Baca Juga: Franchise Teenage Mutant Ninja Turtles akan Diadaptasi Jadi Film Dewasa
Mahasiswa nantinya akan meraih dua gelar yaitu S1 Akuntansi dan S2 Magister Sains Akuntansi dalam waktu 5 atau 6 tahun.
“Saat ini ada satu mahasiswa Prodi Akuntansi UGM yang mengikuti program Fast Track ini,” ungkapnya.
Berbagai terobosan yang diambil oleh Prodi Akuntansi bertujuan untuk mencetak calon pemimpin masa depan yang memiliki integritas, berpikiran kritis, serta mampu beradaptasi dengan perubahan dalam lingkungan bisnis global.
Baca Juga: Lipgloss Rilis Ulang Album Debutnya untuk Record Store Day Indonesia
Hilda Bhakti Fahrezi, mahasiswa Prodi Akuntansi angkatan 2022 mengaku berkuliah di Prodi Akuntansi FEB UGM merupakan salah satu keputusan terbaik yang pernah dia ambil. Pasalnya, dengan berkuliah di FEB UGM menarik dirinya masuk ke dalam dunia pendidikan yang berbeda.
Ia merasakan pembelajaran yang ditawarkan memberikan kesempatan bagi para mahasiswanya untuk mengembangkan kemampuan diri dan mempertemukan mahasiswa dengan rasa dan pengalaman baru.
Sementara itu sistem pembelajaran di dalamnya sangat mengedepankan Student Learning Center (SLC) sehingga tercipta komunikasi dan diskusi dua arah antara dosen dan mahasiswa.
Baca Juga: Leonardo da Vinci: Antara Seni, Hidup, dan Cinta
Tugas-tugas yang diberikan pun memaksimalkan penggunaan critical thinking, analisis kasus, diskusi grup, hingga pengenalan ke lembaga-lembaga pemerintahan.
“Saya terpapar dengan berbagai kegiatan, mulai dari workshop, kepanitiaan, organisasi di dalam fakultas, hingga tawaran pekerjaan yang kemudian membantu saya untuk meningkatkan soft skill dan hard skill,” tuturnya.
Hilda menambahkan sistem pembelajaran di Prodi Akuntansi juga sangat erat kaitannya dengan Artificial Intelligence dan teknologi informasi. Beberapa mata mata kuliah yang ditawarkan membahas dan mengasah kemampuan mahasiswa dalam bidang teknologi.
Baca Juga: Mengapa Iran Berhenti Menyerang Israel?
Artikel Terkait
Terinspirasi Tari Cangget, Tim Canggate UGM Juara Sayembara Desain Gerbang Kampus Unila
Tim Gasbadra UGM Kembangkan Sepeda Motor Listrik Dengan TKDN 57,42%
Psikolog UGM Bagikan Tiga Langkah Agar Lebih Produktif di Tahun Baru
Petisi Bulaksumur: Kritik Sivitas Akademik UGM untuk Presiden Joko Widodo
UGM Terima 2.821 Calon Mahasiswa Baru Jalur SNBP