temu-pande

BMKG: Penyebab Cuaca Dingin di Awal 2022 Bukan Karena Fenomena Aphelion

Senin, 3 Januari 2022 | 22:29 WIB
Fenomena Aphelion dan Perihelion. BMKG menjelaskan bahwa penyebab cuaca dingin di awal 2022 bukan karena fenomena Aphelion. (lapan.go.id)

TINEMU.COM - Beredar pesan melalui WhatsApp Group (WAG) bahwa cuaca dingin di beberapa wilayah Indonesia belakangan ini terjadi karena fenomena Aphelion. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) membantah penyebab cuaca dingin tersebut karena fenomena Aphelion.

Pesan yang beredar menyebutkan bahwa Aphelion merupakan jarak bumi dengan matahari dalam titik terjauh saat periode revolusi. Saat berada di titik Aphelion, cuaca di bumi akan cenderung lebih dingin dibanding periode lainnya.

Informasi tersebut tersebar dengan sangat cepat dan cukup meresahkan masyarakat. Sebenarnya fenomena Aphelion ini adalah fenomena astronomis yang terjadi setahun sekali pada kisaran bulan Juli.

Baca Juga: Royyan Julian, Kata Bhiru dalam Bahasa Madura Sememangnya Biru

Menanggapi kabar tersebut, plt Deputi Klimatologi BMKG Urip Haryoko menyebutkan bahwa fenomena cuaca dingin di beberapa wilayah Indonesia tidak terkait dengan Aphelion.

“Alasannya, Aphelion tidak berpengaruh signifikan terhadap suhu di bumi. Hal itu termasuk pada periode bumi letaknya lebih dekat dengan matahari (Perihelion),” terang Urip melalui keterangan tertulisnya pada Senin, 3 Desember 2022.

Adapun periode fenomena astronomis Aphelion puncaknya terjadi pada bulan Juli, sedangkan Perihelion adalah Januari.

Baca Juga: Kiprah Roda Gerobak Sapi dari Era Kolonial Hingga Era Digital

Urip mengatakan, saat Aphelion, posisi matahari memang berada pada titik jarak terjauh dari bumi. Kendati begitu, kondisi tersebut tidak berpengaruh banyak pada fenomena atmosfer permukaan.

Dengan begitu, Urip menyimpulkan cuaca dingin dalam beberapa hari terakhir bukan karena Aphelion tetapi karena faktor-faktor lain di luar sebab bumi berada di jarak terjauh dari matahari.

Sementara itu, pada waktu yang sama, secara umum wilayah Indonesia berada pada periode musim penghujan dengan masa puncak terjadi pada Februari 2022. Hal ini menyebabkan seolah Aphelion memiliki dampak yang ekstrem terhadap penurunan suhu di Indonesia.

“Padahal pada faktanya, penurunan suhu di masa pergantian tahun banyak disebabkan faktor di luar itu,” tegas Urip.***

Tags

Terkini

Sourdough dari Beras Merah Segreng Handayani

Senin, 13 April 2026 | 09:43 WIB

Bisakah Video Profil Desa Dihargai Rp 0?

Senin, 30 Maret 2026 | 17:16 WIB

Takaran Saji Hidangan Manis Saat Lebaran

Senin, 16 Maret 2026 | 18:05 WIB

Pilihan Susu untuk Cukupi Gizi Anak di Bulan Puasa

Sabtu, 28 Februari 2026 | 16:22 WIB

Wajib Coba! 3 Kedai Inovatif Mahasiswa FEB UGM

Minggu, 22 Februari 2026 | 15:57 WIB