TINEMU.COM - Politeknik Negeri Lampung (Polinela) mulai mengembangkan melon oriental makuwauri sejak 2018. Budidaya melon ini dilakukan di Seed Teaching Farm dengan menggunakan program dana padanan (matching fund).
Kegiatan pemuliaan tanaman melon oriental makuwauri dipimpin oleh Anung Wahyudi, dosen Program Studi (Prodi) D-4 Teknologi Perbenihan.
Anung menjelaskan alasannya mengembangkan buah dan bibit melon oriental makuwauri. Menurutnya, belajar dari pandemi, berbagai sektor kehidupan berubah. Imunitas menjadi sangat penting dan masyarakat harus banyak mengonsumsi buah untuk menjaga imunitas tubuh.
Baca Juga: Tawarkan 77 Ribu Tiket Promo, KAI Expo 2022 Digelar Setelah Dua tahun Absen
“Melon ini memiliki kulit tipis dengan kandungan gizi yang tinggi dan baik untuk tubuh, terutama menjaga imunitas,” kata Anung Wahyudi dikutip Tinemu.com dari laman Kemdikbud.go.id pada 5 Agustus 2022.
Sayangnya, bibit melon oriental makuwauri ini belum ada di Indonesia dan hampir 100 persen merupakan benih impor. Padahal, melon ini memiliki potensi yang luar biasa untuk dikembangkan atau dibudidayakan oleh petani di Indonesia.
Perawatan tanaman melon ini pun terbilang mudah. Terpenting lagi, buah melon ini memiliki harga jual yang mahal dan peluang ekspor yang sangat terbuka.
Baca Juga: Pemerintah Alihkan Subsidi BBM untuk BLT - 20,65 Juta Keluarga Kurang Mampu
"Biasanya satu tanaman buah melon makuwauri akan menghasilkan buah seberat 10 kilogram dengan harga per kilogramnya Rp 50 ribu. Artinya, harga buah melon ini bisa dua kali lipat lebih mahal dari harga melon biasanya," kata Anung.
Meski bibit melon yang kini ia kembangkan dibawa sendiri dari Negeri Sakura, namun jenis melon golden ini mulai banyak dibudidayakan di Indonesia. Warna kulit buahnya keemasan.
Di pasaran, melon ini lebih dikenal sebagai melon Korea atau melon Jepang karena melon ini memang berasal dan banyak dibudidayakan di kedua negara tersebut.
Baca Juga: Kerap Dilanda Kekeringan Ekstrem, PUPR Bangun 8 Embung Di Tanimbar Maluku
Tidak seperti melon umumnya, melon oriental makuwauri memiliki tekstur daging buah yang renyah dengan rasa yang manis. Ukurannya lebih kecil dari melon pada umumnya, yakni satu kilogram melon ini bisanya berisi tiga buah.
Biasanya melon ini jarang ditemukan di pasar buah umumnya. Pemasarannya masih banyak dilakukan di pasar swalayan maupun sejumlah pasar daring (marketplace) dengan harga berkisar Rp 70 ribu untuk setiap kilogramnya.