Politeknik Negeri Lampung Kembangkan Budidaya Melon Oriental Makuwauri

photo author
Setiyo Bardono, Tinemu
- Senin, 5 September 2022 | 15:29 WIB
Politeknik Negeri Lampung (Polinela) mengembangkan budidaya melon oriental makuwauri di Seed Teaching Farm. (kemdikbud.go.id)
Politeknik Negeri Lampung (Polinela) mengembangkan budidaya melon oriental makuwauri di Seed Teaching Farm. (kemdikbud.go.id)

Dana Padanan

Pengembangan bibit buah melon oriental makuwauri di Polinela merupakan bagian dari program pembelajaran berbasis proyek atau project based learning (PBL) yang melibatkan para mahasiswa Prodi Teknologi Perbenihan, Jurusan Budidaya Tanaman Pangan.

Baca Juga: Tim Cicurug Walk Juarai Kompetisi Internasional Perencanaan WPSC APSA

Perlu waktu yang panjang untuk pengembangan benih melon tersebut, hingga akhirnya melalui bantuan program Matching Fund Vokasi dari Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi (Ditjen Diksi) Kemendikbudristek.

Anung dan timnya pun berhasil mengembangkan dua varietas benih melon oriental makuwauri yang saat ini sedang dalam proses pendaftaran varietas di Kementerian Pertanian.

"Kami mendapatkan banyak sekali manfaat dari program Matching Fund. Keluaran dari program ini sangat banyak, tidak hanya bisa hilirisasi untuk produk benih, kami juga mendapati mitra industri, sampai pada sertifikasi kompetensi bagi mahasiswa di sini,” jelas Anung.

Baca Juga: Embun Upas Dieng, Bulir-Bulir Salju Desa Tertinggi di Jawa

Matching Fund Vokasi merupakan bagian dari Merdeka Belajar Episode ke-11, yakni Kampus Merdeka Vokasi. Program ini diluncurkan Ditjen Diksi Kemendikbudristek sebagai strategi penguatan kolaborasi antara perguruan tinggi vokasi (PTV) dengan dunia kerja/industri.

Proposal program ini dilakukan melalui platform Kedaireka, dengan harapan kolaborasi antara insan pendidikan tinggi vokasi dan mitra industri dapat tercipta lebih optimal.

Tim Taskforce Matching Fund Vokasi Prodi D4-Teknologi Perbenihan di Polinela diketuai langsung oleh Anung Wahyudi bersama sejumlah anggota yang terdiri atas dosen (Miranda Ferwita Sari) dan 10 mahasiswa prodi D-4 Teknologi Perbenihan.

Baca Juga: Dieng Culture Festival (DCF) Layak Jadi Event Kelas Dunia

Produksi benih dan buah dari melon oriental makuwauri yang dilakukan oleh Polinela tersebut dilakukan melalui skema hilirisasi produk atau teknologi dengan jumlah pendanaan senilai Rp 495 juta. Mitra industri dalam program Matching Fund Vokasi 2021 adalah PT Habibi Digital Nusantara (Habibi Garden).

Dari program yang berlangsung di tahun 2021 tersebut, setidaknya Anung Wahyudi dan timnya sudah menghasilkan dua bibit melon oriental makuwauri yang kini siap menunggu proses hilirisasi. Kedua varietas bibit buah melon tersebut, yakni jenis ginseng makuwauri dan ougan makuwauri.

"Kami saat ini sedang menyiapkan dan melengkapi dokumen-dokumen kelengkapan, misalnya metode pemuliaan yang digunakan dalam pengembangan bibit ini, termasuk dokumen hasil uji lokasi dan sebagainya," katanya.

Baca Juga: Pagu Anggaran Kemensos TA 2022 Sebesar Rp 78 T, Semoga Implementasinya Benar-Benar Tepat Sasaran

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Setiyo Bardono

Sumber: kemdikbud.go.id

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Sourdough dari Beras Merah Segreng Handayani

Senin, 13 April 2026 | 09:43 WIB

Bisakah Video Profil Desa Dihargai Rp 0?

Senin, 30 Maret 2026 | 17:16 WIB

Takaran Saji Hidangan Manis Saat Lebaran

Senin, 16 Maret 2026 | 18:05 WIB

Pilihan Susu untuk Cukupi Gizi Anak di Bulan Puasa

Sabtu, 28 Februari 2026 | 16:22 WIB

Wajib Coba! 3 Kedai Inovatif Mahasiswa FEB UGM

Minggu, 22 Februari 2026 | 15:57 WIB
X