Tips Sukses Magang dan Anti ‘Zonk’ untuk Mahasiswa Kampus Merdeka

photo author
Setiyo Bardono, Tinemu
- Selasa, 18 Januari 2022 | 16:49 WIB
Dosen Universitas Trunojoyo, Wahyudi Agustiono PhD  menyampaikan tips sukses magang dan anti ‘Zonk’ dalam Webinar SEVIMA, pada Selasa, 18 Januari 2022. (Sevima)
Dosen Universitas Trunojoyo, Wahyudi Agustiono PhD menyampaikan tips sukses magang dan anti ‘Zonk’ dalam Webinar SEVIMA, pada Selasa, 18 Januari 2022. (Sevima)

TINEMU.COM - Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) memberikan hak belajar tiga semester di luar Program Studi kepada Mahasiswa, termasuk kesempatan untuk magang.

Dosen Universitas Trunojoyo, Wahyudi Agustiono PhD mengungkapkan bahwa memilih tempat magang jadi tantangan tersendiri. Terkadang ada mahasiswa yang magang di tempat tidak layak atau digaji minim.

Ada pula kasus dimana mahasiswa juga tidak memperoleh ilmu dari proses magang karena hanya ditugaskan sebagai tukang fotokopi. Sehingga kualitas lulusan magang sesuai dengan capaian pembelajaran yang diharapkan kampus.

Baca Juga: ITS Kembangkan elBicare Cough Analyzer, Alat Deteksi Dini Covid-19 Melalui Batuk

“Untuk mendapatkan nilai dan hasil kegiatan yang bermanfaat, perguruan tinggi perlu bekerjasama atau memilih tempat magang yang tepat.

Jangan di tempat-tempat yang zonk (tidak bonafide)! Sehingga, output yang didapatkan saat di tempat magang tersebut bisa seimbang,” ujar Wahyudi dalam Webinar SEVIMA, pada Selasa, 18 Januari 2022.

Bersama 36 Rektor kampus se-Indonesia, 3.000an peserta, serta Qausya Faviandhani selaku Direktur Kerjasama Universitas Narotama dan praktisi industri, webinar ini kemudian berbagi tips bagi civitas akademika untuk menyusun kurikulum dan rancangan pembelajaran semester di Era Kampus Merdeka yang baik, dalam rangka menyukseskan magang para mahasiswa.

Baca Juga: Menunggu The Last Kingdom 5 dan 13 Film Action Kolosal Terbaik yang Perlu Anda Tonton

Berikut tips sukses magang dari Wahyudi dan Qausya:

1) Siapkan Kegiatan yang Relevan, Jangan Asal Magang

Agar program MBKM di perguruan tinggi bisa berjalan dengan lancar, maka dosen perlu berperan dalam menyiapkan kegiatan mahasiswa yang relevan. Misalnya, mengarahkan agar magang sesuai dengan keilmuan yang dipelajari di kampus, atau sesuai dengan minat dan bakat mahasiswa.

Jangan sampai, magang dilakukan mahasiswa hanya dilakukan sekedar untuk ikut-ikutan. Karena magang sebagai pelatihan kerja, adalah kegiatan yang cukup panjang dan melelahkan. Selain itu, magang tidak hanya bertujuan untuk cari uang, namun juga memperoleh ilmu dan kesempatan praktek lapangan.

“Terdapat delapan program MBKM, termasuk magang, yang diberikan sebagai hak kepada mahasiswa untuk memilih program tersebut. Namun tentunya kampus dan dosen perlu menyertai dengan arahan yang terbaik. Misalnya mahsiswa Teknik Informatika, kita arahkan untuk magang di bidang pemrograman,” tegas Wahyudi.

Baca Juga: PLN Tambah 10 SPKLU di Indonesia Timur untuk Isi Ulang Kendaraan Listrik

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Setiyo Bardono

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Sourdough dari Beras Merah Segreng Handayani

Senin, 13 April 2026 | 09:43 WIB

Bisakah Video Profil Desa Dihargai Rp 0?

Senin, 30 Maret 2026 | 17:16 WIB

Takaran Saji Hidangan Manis Saat Lebaran

Senin, 16 Maret 2026 | 18:05 WIB

Pilihan Susu untuk Cukupi Gizi Anak di Bulan Puasa

Sabtu, 28 Februari 2026 | 16:22 WIB

Wajib Coba! 3 Kedai Inovatif Mahasiswa FEB UGM

Minggu, 22 Februari 2026 | 15:57 WIB
X