BRIN dan PT NCU Lanjutkan Kerjasama Riset Kapsul Lunak Rumput Laut

photo author
Setiyo Bardono, Tinemu
- Sabtu, 22 Januari 2022 | 11:52 WIB
BRIN bersama PT NCU kembali menandatangani perjanjian kerja sama pengembangan formulasi prototipe kapsul lunak berbahan baku rumput laut. (bppt.go.id)
BRIN bersama PT NCU kembali menandatangani perjanjian kerja sama pengembangan formulasi prototipe kapsul lunak berbahan baku rumput laut. (bppt.go.id)

TINEMU.COM - Kebutuhan kapsul lunak (soft capsule) di Indonesia mencapai tiga miliar butir per tahunnya, 90% diantaranya terbuat dari gelatin hewani. Tingginya penggunaan gelatin pada kapsul lunak, bisa disubstitusi menggunakan bahan berbasis vegetable (sayuran) yang ada pada rumput laut sebagai bahan dasarnya.

Di sisi lain, saat ini berkembang pula komunitas vegetarian, yaitu konsumen yang menghendaki makanan yang berasal dari tumbuhan. Dengan perkembangan trend tersebut, produk kapsul lunak berbahan baku rumput laut sangat berpotensi mengisi pasar konsumen vegetarian dan makanan halal.

Plt. Kepala Pusat Teknologi Agroindustri Organisasi Riset Pengkajian dan Penerapan Teknologi Badan Riset dan Inovasi Nasional (PTA OR PPT-BRIN) Arif Arianto mengatakan pihaknya mencari mitra industri dalam rangka hilirisasi hasil riset kapsul laut berbasis rumput laut dengan tujuan upscale ke jumlah produksi yang lebih besar.

Baca Juga: Lakukan Mitigasi Bencana Geologi, Ini Upaya Kementerian ESDM Sepanjang 2021

“Alhamdulillah tahun 2021 lalu, kita dipertemukan dengan PT Nova Chemie Utama (NCU) yang memang bergerak di bidang kapsul lunak. Dari kerjasama tersebut, kita telah berhasil menghasilkan satu prototipe berbasis vegetable di akhir tahun,” terang Arif dikutip Tinemu.com dari website bppt.go.id pada 22 Januari 2022.

Pada 2022, BRIN bersama PT NCU kembali menandatangani perjanjian kerja sama pengembangan formulasi prototipe kapsul lunak berbahan baku rumput laut.

Penandatanganan dilakukan di Gedung Laboratorium Pengembangan Teknik Industri Agro dan Biomedika, PUSPIPTEK, Serpong, pada Rabu, 19 Januari 2022.

Baca Juga: DAMRI Layani Transportasi Wisata ke Danau Toba. Cek Rute dan Tarifnya

Kerjasama ini, terangnya, memiliki prospek yang bagus dan tujuan akhirnya adalah hilirisasi kapsul lunak berbasis rumput laut ke masyarakat.

Direktur PT NCU, Vincent Hasan mengatakan pihaknya merasa tertantang ketika diajak melakukan kerjasama riset kapsul lunak berbasis rumput laut bersama dengan BRIN.

“Dengan teknologi dan sumber daya manusia yang dimiliki NCU dan BRIN, kita telah berhasil menemukan formulasi yang tepat. Kapsul laut tersebut juga telah kami isi dengan sunflower dan soybean,” ungkapnya.

Baca Juga: Mutiara Kata Gus Baha

Vincent berkomitmen untuk melanjutkan pengembangan riset kapsul lunak bersama BRIN, terlebih menggunakan bahan baku berbasis tumbuhan, yakni rumput laut.

“NCU memiliki spesialisasi di industri kapsul lunak dan mempunyai tujuan menguasai semua lini material bahan bakunya. Harapannya di tahun 2022 kita bisa mendapatkan formulasi yang stabil dan bisa menghasilkan paten,” ujarnya

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Setiyo Bardono

Sumber: bppt.go.id

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Sourdough dari Beras Merah Segreng Handayani

Senin, 13 April 2026 | 09:43 WIB

Bisakah Video Profil Desa Dihargai Rp 0?

Senin, 30 Maret 2026 | 17:16 WIB

Takaran Saji Hidangan Manis Saat Lebaran

Senin, 16 Maret 2026 | 18:05 WIB

Pilihan Susu untuk Cukupi Gizi Anak di Bulan Puasa

Sabtu, 28 Februari 2026 | 16:22 WIB

Wajib Coba! 3 Kedai Inovatif Mahasiswa FEB UGM

Minggu, 22 Februari 2026 | 15:57 WIB
X