Festival Mahakarya Vokasi Adibusana Meriahkan Jakarta Muslim Fashion Week 2023

photo author
Setiyo Bardono, Tinemu
- Senin, 24 Oktober 2022 | 11:34 WIB
Festival Mahakarya Vokasi Adibusana yang menampilkan karya-karya apik dari satuan pendidikan vokasi memeriahkan Jakarta Muslim Fashion Week  (Kemdikbud.go.id)
Festival Mahakarya Vokasi Adibusana yang menampilkan karya-karya apik dari satuan pendidikan vokasi memeriahkan Jakarta Muslim Fashion Week (Kemdikbud.go.id)

Adibusana Karya 10 Satdik Vokasi

Plt. Direktur Kemitraan dan Penyelarasan Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI) Saryadi menjelaskan bahwa pada JMFW 2023 ini Festival Mahakarya Vokasi Adibusana yang disajikan berasal dari 10 satuan pendidikan (satdik) vokasi yang terdiri atas enam SMK dan empat perguruan tinggi vokasi.

Baca Juga: Menag Minta Aksara Pegon Dibakukan dan Didigitalisasi, Ini Peran Pentingnya

Karya yang ditampilkan dari jenjang SMK berasal dari SMKN 3 Malang, SMKN 7 Malang, SMKN 1 Buduran, SMKN 3 Blitar, SMK NU Banat Kudus, dan SMK Syubbanm bul Wathon. Adapun dari perguruan tinggi vokasi karya yang ditampilan adalah Politeknik Negeri Media Kreatif, ISWI Jakarta, ISI Denpasar, dan Universitas Kristen Maranatha, Bandung.

“Dalam kegiatan ini, juga disajikan penampilan dari dua LKP, yakni LKP Simphony Music (Tasikmalaya) dan LKP Yayasan Sekolah Musik Vidi Vici, Jakarta,” terang Saryadi.

SMKN 3 Malang hadir dengan koleksi bertajuk VERÖND, bahasa latin yang mempunyai arti terasering, suatu sistem pertanian di daerah pergunungan yang memiliki kawasan miring. Desain yang tercipta berupa pengaplikasian potongan-potongan kain yang ditata sehingga membentuk kontur terasering.

Baca Juga: Varian XBB Terdeteksi di Indonesia, Masyarakat Diminta Waspada

SMKN 1 Buduran menyajikan koleksi bertajuk Playful Comfort dengan sentuhan etnik kain lurik. Busana yang nyaman dipakai untuk bepergian ini memilih warna abu-abu, peach, dan orange yang memberikan kesan chic and playful untuk remaja.

Koleksi Beauty of Stack dihadirkan Politeknik Negeri Media Kreatif, Jakarta. Busana ready to wear ini dirancang berdasarkan permasalahan yang ada di dunia fesyen, salah satunya adalah limbah produksi (perca kain).

Sementara Universitas Kristen Maranatha tampil dengan koleksi batik Tiga Negeri. Ini merupakan batik yang diproses di tiga kota yang berbeda, yakni Lasem untuk warna merah, Pekalongan untuk warna biru, dan Solo untuk warna sogan/cokelat.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Setiyo Bardono

Sumber: kemdikbud.go.id

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Sourdough dari Beras Merah Segreng Handayani

Senin, 13 April 2026 | 09:43 WIB

Bisakah Video Profil Desa Dihargai Rp 0?

Senin, 30 Maret 2026 | 17:16 WIB

Takaran Saji Hidangan Manis Saat Lebaran

Senin, 16 Maret 2026 | 18:05 WIB

Pilihan Susu untuk Cukupi Gizi Anak di Bulan Puasa

Sabtu, 28 Februari 2026 | 16:22 WIB

Wajib Coba! 3 Kedai Inovatif Mahasiswa FEB UGM

Minggu, 22 Februari 2026 | 15:57 WIB
X